RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Ratusan pedagang Pasar Sleman akan boyongan ke Pasar Sleman Unit II besok (30/3). Rencananya, boyongan dilakukan selama dua hari hingga Jumat (31/3). Bangunan pasar yang terdiri dari dua blok ini memiliki kapasitas hingga 741 tempat dasaran.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman Tri Endah Yitnani mengungkapkan, relokasi diutamakan pedagang yang memiliki Surat Izin Tempat Usaha (SITU). Tempat dasaran ini, menurutnya, akan ditempati oleh para pedagang komoditas basah.

“Untuk pedagang yang berjualan buah, sayur, daging, dan ikan. Sementara untuk pedagang kering, tetap ditempatkan di Pasar Sleman Unit I,” jelasnya, kemarin (28/3).

Endah mengungkapkan, jumlah pedagang di Pasar Sleman Unit I mencapai 1.200. Padahal kapasitasnya hanya 800 tempat dasaran. Pembagian lokasi penataan ini, menurutnya, sudah ideal.

Terkait penataan dan pembagian lapak sepenuhnya wewenang Dinas Pasar sebelum 2017. Setelah adanya perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) wewenang berada di Disperindag Sleman.

Endah menuturkan, para pedagang telah didata dan diundi. Selanjutnya menempati dasaran sesuai nomor yang didapat. Sosialisasi juga telah dilakukan melalui paguyuban pedagang Pasar Sleman.

“Target secepatnya beroperasi secara optimal. Agar pasar mampu melayani kebutuhan warga juga,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Pasar Sleman Unit I tetap difungsikan secara normal. Hanya akan ada penataan tempat dasaran yang ditinggalkan. Rencananya, kios-kios yang menghadap utara akan dimundurkan. Fungsinya untuk melebarkan jalan aspal agar tidak sempit.

Penataan juga akan dilakukan kepada pedagang klitikan. Selama ini para pedagang barang bekas ini kerap berjualan di bahu jalan. Endah mengungkapkan penataan memanfaatkan lahan relokasi bekas pedagang unit II.

“Para pedagang klitikan nanti akan ditata di lahan yang sekarang masih ditempati pedagang relokasi. Selepas boyongan ke pasar baru, maka tempat tersebut akan dipakai untuk klitikan,” jelas mantan Kepala Dinas Pasar Sleman ini.

Pembangunan Pasar Sleman Unit II menghabiskan total dana Rp 32,79 milliar terbagi menjadi tiga tahapan. Alokasi dana awal pada 2014 mencapai Rp 7,96 milliar. Selanjutnya pada tahun 2015 mencapai Rp 13,6 milliar dan penggarapan akhir 2016 sebesar Rp 11,23 milliar.

Sebelumnya Bupati Sleman Sri Purnomo menjelaskan, proyeksi pembangunan pasar adalah bangunan modern dengan ruh pasar tradisional. Harapannya, agar pengunjung dapat berbelanja dengan nyaman. Sekaligus untuk menjawab tantangan keberadaan pasar modern.

Dia juga berpesan agar pedagang mempertahankan higienitas. Menurutnya, citra pasar tradisional harus dibenahi. Selama ini anggapan kumuh masih hinggap di beberapa pasar tradisional.

“Kalau pasare resik pasti rezekine juga apik. Jadi nanti kalau sudah beroperasi optimal, pedagang harus menjaga kebersihan yang merupakan tanggung jawab semua penghuni pasar,” pesannya. (dwi/ila/ong)