RADARJOGJA.CO.ID – Minat umat Islam beribadah haji cukup tinggi. Namun panjangnya daftar waktu tunggu membuat banyak yang beralih ke ibadah umrah. Hal itu menyebabkan banyak biro perjalanan haji dan umrah bermunculan, tidak sedikit yang ilegal. Hal itu harus diwaspadai.

Demikian disampaikan Direktur Pembinaan Haji dan Umrah Kementerian Agama RI Muhajirin Yanis dalam peresmian dan pembukaan sebuah biro perjalanan di Sukoreno, Sentolo (25/3). “Waspadai biro perjalanan yang tidak berizin, karena banyak yang tertipu,” kata Muhajirin Yanis.

Dia sudah banyak menerima keluhan terkait permasalahan biro pejalanan ilegal. Mulai tidak ada kepastian berangkat, sudah berada di bandara tidak pasti pesawatnya, hingga ada yang harus berkeliling tansit di beberapa negara.

“Padahal sesuai aturan, setiap biro harus memiliki perizinan. Mereka juga hanya diperkenankan satu kali transit. Jangan sampai mau umrah ke tanah suci malah tiba di Tanah Abang,” kata Muhajirin Yanis.

Kepala Diskominfo Kulonprogo Agus Santoso berharap kehadiran akses masyarakat Kulonprogo yang ingin melaksanakan haji dan umrah dipermudah. “Semoga masyarakat bisa terbantu dengan kehadiran biro perjalanan yang memiliki izin resmi,” kata Agus Santoso. (tom/iwa/mar)