RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Setelah terpilih menjadi ketua umum KONI DIJ, Hadianto Ismangoen telah ditunggu banyak agenda. Yang terdekat tentu saja harus segera membentuk kepengurusan KONI bersama tim formatur.

Dokter Antok-sapaan akrab Hadianto Ismangoen dalam hal ini akan dibantu Ketum KONI Sleman Pramana dan Ketum Pengda Perserosi GKR Bendara. Tim formatur diamanati membentuk kepengurusan selambatnya 15 hari setelah Musorda 25 Maret lalu.

Dokter Antok mengatakan, program selanjutnya yang menunggu perhatiannya tentu adalah gelaran Porda DIJ di Bantul akhir Juli dan awal Agustus mendatang. “Yang pokok dan segera itu (membentuk kepengurusan, Red) dan bagaimana Porda DIJ bisa digelar dengan sukses,” ujarnya kepada wartawan kemarin (27/3).

Namun selain kedua poin tersebut, ada lagi hal yang perlu segera dituntaskan. Yakni status Dokter Antok yang saat ini masih menjabat ketum Asprov PSSI DIJ. Dia tentu tidak mungkin jika ketum Asprov merangkap ketum KONI. Karena itu perlu segera diambil langkah menyelesaikan hal tersebut agar kedua organisasi bisa tetap berjalan baik.

Sekretaris Umum Asprov PSSI DIJ Dwi Irianto mengatakan, di dalam statuta PSSI tidak ada aturan yang melarang pengurus Asprov untuk rangkap jabatan. Sehingga dalam hal ini Antok tidak perlu mengundurkan diri atau non-aktif. Namun dalam aturan lain, yaitu SE Mendagri dan AD ART KONI, mengatur pimpinan tidak boleh rangkap jabatan.”Mekanisme itu nanti kami bersama Exco PSSI akan konsultasi ke PSSI pusat. Apakah akan menunjuk pelaksana tugas (Plt) atau menggelar kongres luar biasa (KLB) untuk pemilihan ketum Asprov PSSI DIJ yang baru,” ungkapnya.

Mengenai masa bakti Antok di Asprov pada periode kedua ini akan berakhir pada Desember mendatang. Mbah Putih-sapaan Dwi Irianto menyebut sejauh yang dia tahu belum pernah ada kondisi di mana pengurus Asprov yang juga menjabat pimpinan di KONI.

Sebelumnya Hadianto Ismangoen memenangi pemilihan ketum KONI DIJ dalam Musorda KONI 25 Maret lalu. Ia mengantongi 39 suara dari 53 voters. Dia unggul jauh atas KPH Indrokusumo yang mendapat 8 dukungan dan Irjen Pol (Purn) Haka Astana dengan 6 suara. (riz/din/ong)