RADARJOGJA.CO.ID – Direktur PD Aneka Dharma, Aditya Hera Nurmoko mengatakan, Dana penyertaan modal sebesar Rp 2 miliar hingga sekarang belum kunjung dicairkan. Padahal, suntikan dana dari APBD 2017 bakal dijadikan modal usaha salah satu perusahaan pelat merah ini.

“Ibaratnya kami mau berperang tapi tidak dikasih amunisi,” kata Adit, sapaannya, Senin (27/3).

Adit pernah berulang kali menanyakan terkait pengucuran dana penyertaan modal ini kepada pihak terkait. Hanya, jawaban yang diperolehnya tidak memuaskan. Pencairan menunggu rapat umum pemegang saham (RUPS).

“RUPS sudah berjalan beberapa kali tapi masih belum selesai,” ucapnya.

Mendengar jawaban itu, Adit bisa memakluminya. Sebab, laporan PD Aneka Dharma versi manajemen lama memang compang-camping. Banyak laporan pertanggungjawaban yang janggal. Banyak penggunaan anggaran yang tidak disertai dengan pertanggungjawaban memadai.

“Akhirnya, ya, kami menunggu. Mau bagaimana lagi,” ujarnya.

Sebagai pucuk pimpinan PD Aneka Dharma, Adit berharap RUPS segera selesai sekaligus menghasilkan sebuah keputusan. Apalagi, pelaksanaan RUPS mengalami keterlambatan cukup lama. Seharusnya, RUPS selesai sebelum proses serah terima direktur baru pada tahun lalu.

Kendati belum menerima suntikan modal, Adit menegaskan, PD Aneka Dharma tetap berbisnis. Salah satu caranya bekerja sama dengan berbagai suplier. Seperti suplier kertas. Agar bisnis percetakan yang dikelola Aneka Dharma tetap berjalan. “Dengan model konsinyasi atau tempo,” ucap Adit

Sekretaris Komisi B DPRD Bantul Yudha PW meminta pelaksanaan RUPS segera selesai. Walaupun hasilnya pahit bagi jajaran direksi lama. Sebab, hasil RUPS ini menjadi salah satu syarat pencairan dana penyertaan modal. “Ketika molor terus kapan Aneka Dharma maju,” sindirnya. (zam/mar)