RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Sungguh bejat kelakuan Sunarto,21. Warga Dusun Balak, Pendowoharjo, Girimulyo, Kulonprogo itu nekat menghabisi nyawa Rifka Annisa Rahmawati dengan cara dicekik lehernya pada Jumat (24/3). Rifka tak lain pacar Sunarto yang sedang hamil 7 bulan.

Mahasiswi Amikom asal Selokambang, Gatak, Tamantirto, Kasihan, Bantul itu dicekik hingga tewas. Jasad korban diketahui pertama kali oleh salah seorang warga Dusun Kamal, Pendowoharjo, Sabtu (25/3) sekitar pukul 21.00.

“Saksi yang saat itu hendak mengecek rendaman bambu dikejutkan oleh sesosok mayat perempuan tanpa identitas tergeletak di parit,” ungkap Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai kemarin (26/3).

Identitas korban terungkap setelah tim Inafis Polres Kulonprogo melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Didukung keterangan saksi dan barang bukti sepeda motor matic AB 6549 EG yang ditemukan di wilayah Nanggulan, atau sejauh 3 kilometer dari TKP. Setelah mempelajari riwayat mahasiswi semester 4 itu, kecurigaan polisi mengarah pada pacar korban. Tak mau buang waktu, polisi segera mendatangi rumah Sunarto dan menangkapnya.

Kepada penyidik, Sunarto mengakui semua perbuatannya. Dia membunuh Rifka setelah diajak berkencan dan keliling wilayah Girimulyo.

Tersangka berbuat keji lantaran kalut. Apalagi korban terus-menerus meminta pertanggungjawaban untuk dinikahi. Selain itu, korban mendesak untuk menggugurkan kandungannya. Bahkan, hal itu diajukan korban sejak umur kandungan dua bulan. “Terakhir korban mengulang permintaannya di hari kejadian,”jelas kapolres.

Saat diinterogasi Sunarto menyatakan punya niat untuk menikahi korban. Namun niat itu tak mendapat restu dari keluarga Rifka. Karena itulah Rifka lantas mendesak Sunarto untuk mencari orang yang bisa menggugurkan kandungan.

Karena itulah pelaku menjadi kalut dan gelap mata, sehingga muncul niat menghabisi nyawa kekasihnya sendiri.

“Atas perbuatannya, si pelaku kami jerat pasal berlapis,” sambung perwira memengah dengan dua melati di pundak itu.
Adapun, jerat hukum yang disangkakan kepada Sunarto adalah pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan berencana. Subsidair pasal 338, pasal 353 ayat (3), dan pasal 351 ayat (3) KUHP.

Saat ini Sunarto harus mendekam di sel prodeo Polres Sleman untuk pemeriksaan lanjutan. Selain sepeda motor, penyidik juga mengamankan pakaian korban sebagai alat bukti.

Sementara itu, Sunarto mengaku telah berpacaran dengan korban sejak tiga tahun terakhir. Sebagaimana pernyataannya kepada polisi, dia merasa kalap karena terus didesak untuk menggugurkan janin dalam rahim Rifka. “Saat itu dia (korban) sempat melawan dan memukul saya dua kali. Pada pukulan kedua dia sudah lemas. Setelah itu tubuhnya saya buang ke parit,” katanya.(tom/ong)