RADARJOGJA.CO.ID – Pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) mengalami beberapa kendala. Namun, kendala tersebut tidak menyurutkan target beroperasinya, yakni Maret 2019. Sedangkan pada 2021 ditargetkan selesai sempurna dan mampu menampung 20 juta penumpang setahun.

Komisaris PT Angkasa Pura I (AP I) Selby Nugraha Rahman mengatakan NYIA merupakan bandara yang tanahnya cukup luas. Runway-nya lebih panjang daripada bandara Ngurah Rai Bali. Diharapkan mampu mengakomodasi arus wisatawan ke Jogjakarta. “Selama ini kita terlalu banyak menolak penerbangan internasional,” kata Selby di sela kegiatan bersama yatim piatu dan difabel di Balai Desa Palihan, Temon, Minggu (26/3).

General Manager PT AP I Bandara Adisucipto Agus Pandu Purnama mengatakan, pembangunan NYIA bukan hanya kepentingan PT AP I, melainkan juga kepentingan masyarakat. Secara nasional kehadiran NYIA sangat dibutuhkan, karena bandara eksisting tidak memenuhi secara kapasitas.

Sebelumnya PT AP I menggelar pengajian bersama Cak Nun di Laguna Pantai Glagah. Kegiatan tersebut menyatukan kebutuhan PT AP I dengan masyarakat terdampak.

“Alhamdulillah ada 1.000 anak yatim piatu dan difabel yang datang dalam kegiatan ini. Kami membagi kebahagian, karena proses pembangunan NYIA sudah dimulai, mereka berhak ikut merasakan karena ini kepentingan bersama,” kata Agus Pandu Purnama.

Ditargetkan pada akhir Maret 2019 pesawat sudah bisa take off dan landing di Kulonprogo. Basic design juga sudah dalam proses, tidak hanya PT AP I yang membuat, namun juga mengakomodasi masukan dan saran warga Jogjakarta.

“Banyak titipan atau keinginan masyarakat serta budayawan yang menginginkan NYIA modern namun mencerminkan budaya lokal. Jadi walaupun modern tapi muatan lokalnya ada,” kata Agus Pandu Purnama.

Menurut dia, PT AP I ingin mengajak warga terdampak bandara mempersiapkan diri memasuki era baru dunia penerbangan. “Ibarat kapal, layar sudah terkembang,” ujar Agus Pandu Purnama. (tom/iwa/mar)