RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Tim Opsnal Satres Narkoba Polresta Jogjakarta melakukan penggerebekan terhadap salah satu rumah di daerah Kotabaru, Jogja. Hasilnya, polisi membekuk 10 orang yang diduga tengah melakukan transaksi narkoba di rumah milik Dw, 31.

Kasatres Narkoba Polresta Jogjakarta Kompol Sugeng Riyadi menjelaskan, awalnya jajarannya menerima informasi mengenai transaksi psikotropika di rumah itu. Saat melakukan penyambangan, didapatkan ke-10 orang diduga tengah berpesta narkoba.

Dari jumlah itu, empat di antaranya ditetapkan menjadi tersangka lantaran terlibat dalam pengedaran psikotropika dan obat terlarang jenis Yarindu. Sedangkan sisanya dilakukan pembinaan berstatus pengguna.

Empat tersangka ini adalah DW, BS, 30, warga Jetis, WK, 35, warga Gamping, dan GN,28, yang juga warga Kotabaru. “DW ini yang statusnya paling dominan dan jumlah kepemilikan paling besar,” jelasnya.

Dari tangan DW, petugas menyita 80 butir riklona dan 3.660 butir pil Yarindu. Petugas juga menyita uang hasil penjualan sebesar Rp 3,8 juta.

Sementara dari tersangka BS disita 30 alprazolam dan 35 riklona. Kemudian dari WK disita 230 butir riklona dan 30 butir alprazolam, sedangkan dari GN hanya satu butir riklona.

Diungkapkan, pil berjenis Yarindu didapat dari Solo dan Magelang. Mereka membeli secara online dengan sistem transfer. “Barang dikirim melalui jasa pengiriman,” terangnya.

Polisi menjerat pengedar dengan Pasal 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar. (bhn/laz/ong)