RADARJOGJA.CO.ID– Lagi, sebuah rumah tidak layak huni (RTLH) ambruk. Kemarin (23/3) rumah Mugiyono, 50, ambruk rata dengan tanah. Berbeda dengan kasus serupa sebelumnya, ambruknya rumah warga RT 05 Dusun Kaligawe, Desa Bantul ini bukan karena diterpa angin kencang maupun hujan deras. Melainkan karena konstruksinya lapuk. Beruntung, ambruknya rumah berkontruksi kayu yang berusia puluhan tahun ini tidak memakan korban jiwa.

“Ada suara kretek-kretek saya langsung ke luar rumah,” ucap Mugiyono menceritakan menjelang kejadian dia tengah membuat minuman di dapur.

Pria yang hidup sebatang kara ini mengakui rumahnya memang tidak layak. Masih berlantai tanah. Selain itu, konstruksinya juga lapuk termakan usia. Maklum, rumah berukuran 5×7 meter tersebut peninggalan kakek buyutnya.

“Bisa jadi wes ora kuat nyonggo banyu udan (tidak kuat menahan air hujan),” tuturnya.

Pascakejadian Mugiyono belum memikirkan rencana pembangunan ulang rumahnya. Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani tersebut hanya berharap ada bantuan dari pemerintah.

“Sementara nanti tinggal di rumah saudara,” katanya.

Dari pantauan, sejumlah warga dibantu petugas Dinas Sosial (Dinsos) Bantul membersihkan puing-puing reruntuhan bangunan.Petugas dinsos juga mendirikan tenda darurat di samping reruntuhan.

Staf Kemasyarakatan Kecamatan Bantul Catur Kintoko Putro saat ditemui di lokasi belum mengetahui rencana kecamatan. “Ini kami laporkan. Hasilnya seperti apa menunggu koordinasi,” ujarnya.

Menurutnya, jumlah RTLH di wilayah kecamatan Bantul memang cukup banyak. Mencapai seratusan. Hanya, untuk rumah kategori rawan ambruk tidak seberapa. (zam/mar)