RADARJOGJA.CO.ID Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DIJ Andung Prihadi Santoso mengatakan masyarakat harus waspada terhadap penipuan lowongan kerja (loker). Penipuan dapat terjadi dalam kegiatan seminar.

“Kejadian baru-baru ini, seminar menyasar lulusan pendidikan keperawatan. Katanya perekrutan ternyata penipuan. Pencari kerja harus ekstra hati-hati,” kata Andung kemarin.

Pencari kerja harus konfirmasi ke Dinas Tenaga Kerja untuk mengatisipasi praktik penipuan. Layanan Disnaker tidak dipungut biaya.

“Silakan konfirmasi kebenaran jika ada tawaran atau seminar yang menjanjikan perekrutan. Jangan mudah percaya. Apalagi yang meminta biaya pendaftaraan,” kata Andung.

Menurut catatan Disnakertrans Kulonprogo pada 2016 loker yang tidak terisi 1.813 formasi. Dari 3.912 formasi loker, yang terisi hanya 2.099.

“Sementara jumlah pencari kerja 2.887 orang. Jika dilihat tingkat pemenuhannya baru mencapai 72,71 persen,” kata Kepala Disnakertrans Kulonprogo Eko Wisnu Wardana kemarin.

Ketimpangan jumlah loker dengan jumlah penempatan kerja dipicu data tidak valid, kompetensi pencari kerja rendah, dan keberhasilan penempatan kerja sektor informal. Angkatan kerja menunggu perkembangan loker pembangunan bandara, pelabuhan, dan kawasan industri Kulonprogo.

“Kami membentuk Bursa Kerja Khusus (BKK), membangun jejaring kerja, sosialisasi penempatan, dan perlindungan TKI serta pemberdayaan TKI. Sejak dirintis 2014, saat ini sudah berdiri 28 BKK,” ujar Eko Wisnu Wardana. (tom/iwa/mar)