RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Masalah bau gas yang berasal dari Depo Pertamina di Jalan Argolubang, Baciro, Gondokusuman, Kota Jogja terus berbuntut. Warga setempat bertekad tak akan menandatangani persetujuan pengajuan izin gangguan (HO) pengepresan tabung elpiji selama bau gas masih tercium.

“Asal tidak bau. Kalau masih bau kami menolak,” ujar Ketua Forum Warga Baciro Barat (FWBB) Yanto di sela pemeriksaan kesehatan Pertamina Peduli di depo tersebut kemarin (24/3).

Dikatakan, gejolak warga mulai redam usai pertemuan pada Selasa (21/3) antara warga dan pihak Pertamina, yang difasilitasi Kelurahan Baciro. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan penghentian sementara proses pengepresan tabung rusak dan cacat (rucat).

Yanto meminta jaminan dari Pertamina ikhwal penyebaran bau gas yang telah meresahkan warga Baciro. Selama hal itu tak diindahkan, Yanto meyakini tak akan ada warga yang setuju dengan segala aktivitas di gudang penimbunan dan distribusi tabung gas itu.

Lurah Baciro Budi Warsono menyatakan, secara prinsip warganya tidak keberatan dengan keberadaan Depo Pertamina. Baik untuk kegiatan penimbunan, distribusi, maupun pengepresan tabung rucat. Apalagi, gas merupakan kebutuhan orang banyak. “Warga paham mengenai hal itu,” katanya.

Terkait izin HO, menurut Budi, belum ada pengajuan ke kelurahan.

Sementara itu, Area Manager Communication & Relations Pertamina Jawa Bagian Tengah Andar Titi Lestari mengaku belum tahu progres proses pengajuan izin HO. Alasannya, ada tim sendiri yang mengurus. Kendati demikian, Andar memastikan proses pengepresan dihentikan sementara. “Saat ini kami sedang mencari metode untuk menghilangkan bau akibat pengepresan tabung rucat,” katanya.

Menurut Andar, bau gas berasal dari bahan kimia yang di sebut Merchaptan atau zat pembau yang berfungsi untuk memberikan tanda jika ada kebocoran pada tabung atau selang elpiji. “Kami menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat adanya kegiatan di gudang kami,” ujar Andar.

Dikatakan, persoalan itulah yang mendorong manajemen Pertamina menggelar pemeriksaan kesehatan bagi warga RW 05, 06, 07, dan 10 Baciro. Sebagai wujud kepedulian, sekaligus mengukur tingkat kesehatan masyarakat setempat. “Terutama (warga) yang tinggal berdekatan dengan gudang. Terkait dengan efek dari operasional gudang kami,” katanya.

Dikatakan, keberadaan depo di dekat jembatan layang Lempuyangan itu sangat penting. Karena letaknya strategis untuk distribusi di wilayah DIJ, Solo, dan wilayah barat Jawa Tengah. Depo tersebut mampu menampung hingga 600 ribu tabung.

Karena alasan itulah Andar memohon dukungan masyarakat Baciro agar gudang itu tetap bisa beroperasi, namun tanpa mengganggu kenyamanan dan kesehatan warga. (pra/yog/ong)