RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Peran Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dinilai sangat penting untuk menjaga harta negara. Nah, agar masyarakat luas lebih tahu tentang kinerjanya, BPK mengajak masyarakat untuk membuat film lewat roadshow. Roadshow Festival Film Kawal Harta Negara 2017, di Museum BPK Magelang ini merupakan roadshow kedua setelah sebelumnya diluncurkan di Jakarta.

Roadshow dibuka Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari dan dihadiri Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristriawan, Program Manager USAID-CEGAH Ary Nugroho, para pejabat di lingkungan BPK dan USAID. Peserta festival ini dari kalangan mahasiswa pelajar dan umum. “Kenapa festival saat ini di Magelang, karena memang Magelang tempat bersejarah pendirian BPK,” ujar Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari kemarin (22/3).

Sapto mengatakan, BPK Indonesia yang bertugas mengawasi jalannya proses keuangan pemerintahan, posisinya cukup unik. Di negara-negara lain, posisi BPK ada di bawah Presiden, DPR, dan lembaga negara lainnya. Namun di Indonesia justru sederajat presiden, Komisi Yudisial, DPR, dan lainnya. “Setelah mempelajari tugas dan fungsi kewenangan BPK, nanti akan tahu alasannya. Melalui pemahaman atas peran dan nilai BPK, penting untuk diterapkan ke dalam lomba film. Festival ini merupakan ajang kreatifitas, untuk mengaplikasikan hobi,” jelasnya.

Sekretaris Jenderal BPK Hendar Ristriawan mengatakan, lomba ini bertujuan memperkenalkan tugas BPK melalui film. Dengan film, BPK berharap bisa menyadarkan masyarakat, bahwa fungsi pengawasan penggunaan uang negara itu dibutuhkan. Peran pengawasan ini bukan hanya pemerintah semata, tapi juga perlu dari masyarakat. “Melalui film, harapannya dapat mengedukasi bahwa bagaimana pentingnya peran pemeriksa keuangan,” katanya.

Film dinilai menjadi media efektif dalam edukasi ke masyarakat tentang BPK secara umum. Secara khusus seputar harta negara yang sangat perlu untuk dikawal, baik oleh BPK itu sendiri maupun masyarakat. Film dinilai lebih efektif karena pembuat maupun penonton akan merasakan langsung arti penting mengawal harta negara.

Pada festival itu, kategori film yang dilombakan yaitu film pendek fiksi, film pendek dokumenter, video citizen journalism, dan iklan layanan masyarakat. Karya film ditunggu hingga 7 Juli mendatang dan akan diumumkan pemenangnya pada Agustus mendatang. Ia pun berupaya mendorong partisipasi publik untuk membuat film yang menggambarkan tugas dan kewajiban dalam mengawal harta negara. “Sehingga peningkatan kapasitas komunikasi BPK dalam menyebarluaskan fungsi dan peran BPK dapat terwujud,” kata dia.

BPK juga menggelar workshop dengan mendatangkan sutradara Lola Amaria. Lola berbagi pengalaman bagaimana proses membuat film. Penggiat antikorupsi ini juga menyampaikan kepada peserta workshop bagaimana mendapatkan ide untuk bahan pembuatan film. (ady/din/ong)