RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Tim pelatih PSIM Jogja memutuskan untuk memaksimalkan uji coba melawan klub-klub lokal di DIJ. Hal itu sebagai alternatif setelah rencana uji coba dengan tim yang levelnya setara dengan Engkus Kuswaha dkk urung terlaksana.
Manajemen dan Panpel PSIM Jogja belum bisa memberikan garansi bahwa tim akan menemukan lawan sebanding dalam waktu dekat. “Kami sampai saat ini belum ada informasi dari manajemen terkait uji coba. Jadi mau tidak mau kami harus memaksimalkan uji coba dengan tim lokal. Bagaimanapun permainan tim tetap harus terus diasah,” ujar Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto kepada wartawan kemarin (23/4).

Meskipun begitu, dia mengakui dengan tidak adanya uji coba dengan tim selevel mempengaruhi program dari tim pelatih. Sebab pada Maret ini diharapkan sudah bisa menjajal lawan-lawan yang permainanya sepadan atau justru lebih kuat. Dari situ pelatih ingin melihat kekurangan yang sebenarnya dari para pemain. Selain menguji mental bertanding di lapangan.

Namun karena kondisi tidak memungkinkan, pelatih tidak ingin menurunkan tempo latihan dengan meniadakan pertandingan. Setidaknya dengan tetap mengadakan uji coba pemain akan semakin memahami skema yang diinginkan pelatih. Di samping juga menghindarkan pemain dari kejenuhan latihan. “Latihan terus juga tidak bagus. Pemain ingin tampil, membuktikan diri dan sebenarnya sudah tidak sabar segera ketemu lawan sepadan,” imbuhnya.

Erwan masih berharap, di sisa waktu sebulan sebelum kickoff Liga 2 bergulir, timnya bisa menjalani uji coba dengan tim yang selevel. Minimal dua kali dengan format sekali di kandang dan sisanya di luar kandang. “Apalagi kalau ada undangan turnamen akan lebih bagus,” bebernya.

Sekum PSIM Jogja Jarot Sri Kastawa mengatakan, manajemen dan panpel PSIM masih mengusahakan bisa mendapatkan izin dari kepolisian untuk bisa berujicoba di Stadion Sultan Agung Bantul. (riz/din)