RADARJOGJA.CO.ID – KULONPROGO – Upaya penculikan anak kembali terjadi di wilayah DIJ. Ini menjadi bukti bahwa kasus percobaan penculikan bukanlah isapan jempol alias hoax, seperti yang banyak beredar di media sosial.

Kali ini terjadi di Sentolo, Kulonprogo. Menimpa NK,7, siswi kelas 1 SD Kemiri, Kaliagung. NK nyaris jadi korban penculikan saat pulang sekolah, Selasa (21/3).

Sebelumnya, percobaan penculikan dialami MY,13, siswi SMPN 1 Ponjong, Gunungkidul pada Sabtu (18/3) dan MDP,10, siswi SD Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Jogja, Senin (20/3).
Ibu NK, Desi Malamsari, 27, mengatakan, peristiwa percobaan penculikan itu baru diketahui sehari setelah kejadian. NK bercerita, dirinya pulang sekolah sendirian sekitar pukul 11.00. Sementara ibunya telat menjemput.

“Saat pulang lantas berjalan kaki keluar sekolah menuju rumah neneknya tak jauh dari sekolah. Tiba-tiba ada sebuah mobil jenis MPV hitam berhenti di sampingnya,” kata NK, didampingi ibunya ditemui di rumahnya, Pengasih kemarin (23/3).

Menurut NK, pelakunya dua pria kurus dan gemuk. Keduanya duduk di depan mengenakan masker. Pria kurus bertato di punggung tangan kiri menawarkan permen kepadanya dan mengajak masuk mobil.

“Pria tersebut juga memegang pisau. Saat jendela mobil dibuka, saya melihat anak kecil seumuran yang duduk di bangku tengah dengan mulut tertutup lakban. Omnya sudah mau turun dari mobil, maksa aku buat nemenin adeknya di dalam mobil. Adeknya nangis tapi cuma didiemin sama omnya,” ungkap NK.

Melihat itu, NK berlari menjauh dari mobil dan bersembunyi di halaman sebuah rumah di sebelah lapangan voli dekat lokasi. Karena pemilik rumah keluar, pelaku yang hendak menghampiri NK langsung kabur.

Kejadian itu sempat menggegerkan warga Kulonprogo. Apalagi, ayah NK yang sedang merantau di Malaysia mengunggah cerita tersebut ke laman media sosial peibadinya. Kabar percobaan penculikan pun terdengar polisi. Jajaran Polsek Sentolo menghimpun keterangan atas kabar tersebut.

Sebagaimana MY dan MDP, NK juga mengalami trauma atas peristiwa yang dialaminya. Dia beberapa kali menangis dan gemetaran saat dimintai keterangan polisi. Dia beberapa kali memeluk ibunya. Ibunya berusaha menenangkan dan memandunya bercerita meski patah-patah.

“Kemarin menangis ketakutan sehabis cerita begitu. Tapi setelah saya tenangkan, akhirnya dia bisa ditanyai polisi dengan tenang,” kata Desi.

Sebagai orang tua, Desi merasa khawatir dengan keselamatan anaknya. Desi kini memberikan perhatian ekstra terhadap anaknya dan tidak ingin terulang lagi. Bisa saja karena gagal dalam aksi sebelumnya, pelaku kembali lagi dan mengincar anak-anak sekolah lain.

“Orangtua lain saya sarankan bisa lebih perhatian dalam antar jemput anak. Saya hanya telat setengah jam njemput NK tapi ternyata ada kejadian itu, mengkhawatirkan,” kata Desi.

Kapolsek Sentolo Kompol Slamet mengatakan setelah mendapat informasi upaya penculikan itu, pihaknya menugaskan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban (Babinkamtibmas) melakukan penjagaan sekolah di wilayahnya. Terutama SD yang dekat jalan raya.

“Sekolah yang dekat jalan cenderung rawan sehingga petugas kami terjunkan untuk patroli pengawasan. Terutama jam pulang sekolah,” kata Slamet.

Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Hakim mengatakan meski kasus tersebut masih upaya penculikan, polisi tetap melakukan pemeriksaan dan penghimpunan keterangan. Namun minim saksi yang bisa dimintai keteragan dan tidak ada keterangan nomor polisi kendaraan yang dipakai pelaku.

“Kami belum bisa menyimpulkan kasus tersebut maupun dugaan keterkaitannya dengan kejadian di beberapa daerah lain. Polres Kulnprogo akan patroli di seluruh wilayah pada jam pulang sekolah,” kata Irfan Hakim. (tom/iwa/yog/ong)