RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Gara-gara mencabuli pacar yang masih di bawah umur, Yoga, 33, warga Sinduadi ditangkap aparat Polsek Mlati. Pelaku yang kesehariannya bekerja sebagai tukang las ini ditangkap di kediamannya. Ulah Yoga terbongkar setelah orang tua korban melaporkan jadian itu ke kepolisian.

Aksi pencabulan terhadap perempuan sebut saja Kencur, 16, terjadi pada pertengahan Maret ini. Saat itu, pelaku mengajak korban untuk menginap di rumahnya di Kutu Patran.Ketika menginap di rumahnya itulah, Kencur digauli di dalam kamar milik pelaku.

“Korban yang masih di bawah umur ini termakan bujuk rayu pelaku,” kata Kapolsek Mlati Kompol Supriyantoro, kemarin (23/3).

Setelah semalaman menggauli, keesokan harinya pelaku mengantarkan Kencur ke rumah. Mendapati Kencur yang pulang dengan seorang laki-laki, orang tua korban kemudian curiga dan menanyai korban.

“Sebelumnya orang tua sempat khawatir karena anaknya semalam belum pulang,” ujarnya.

Karena desakan dari orang tua, korban akhirnya menceritakan bahwa dirinya menginap di kediaman pelaku. Korban pun mengakui, selama tinggal di rumah pacarnya itu melakukan hubungan layaknya suami istri.

Mendengar keterangan anaknya, orang tua korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polsek Mlati. “Setelah dilaporkan identitas pelaku, langsung kami tangkap di rumahnya,” ujar pamen dengan melati satu di pundak.

Dijelaskan keduanya baru berpacaran tak sampai tiga bulan. Saat itu, keduanya bertemu melalui akun media sosial Facebook. “Dari perkenalan di FB ini akhirnya mereka pacaran,” ujarnya.

Sementara pelaku mengakui baru pertama kali melakukan hubungan intim terhadap korban. Dia berkilah perbuatan itu dilakukan atas dasar suka sama suka. “Cuma sekali melakukannya,” ujar pelaku.

Panit II Polsek Mlati Iptu Bowo Susilo menerangkan, meski keduanya berpacaran, pihak perempuan masih berstatus anak di bawah umur dan masuk dalam perlindungan anak. Sebab sesuai Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 35 tahun 2014, tidak dikenal istilah suka sama suka dalam berhubungan intim.

Pelaku, kini mendekam di Mapolsek Mlati. Atas perbuatan diterapkan Pasal 82 junto pasal 76 E UU Perlindungan Anak. “Ancaman hukuman penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” tegasnya. (bhn/ila/ong)