RADARJOGJA.CO.ID Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kulonprogo akan berusaha lebih humanis, tidak arogan dan menghilangkan citra arogan. Upaya preventif dan pendekatan secara kemanusiaan akan tetap dikedepankan.

Demikian disampaikan Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru Supriyanta usai peringatan HUT Ke-67 Satpol PP dan HUT Ke-55 Sat Linmas di halaman pemkab setempat (21/3). “Peringatan ini kami laksanakan untuk memotivasi agar berbuat lebih baik lagi,” kata Duana Heru.

Satpol PP tetap akan mengawal dan menegakkan peraturan daerah (Perda), ikut andil dalam pengamanan Pilkada Kulonprogo 2017 lalu.

“Kami konsisten menegakkan perda asusila, reklame, vandalisme, PGOT, termasuk penegakan perda KTR. Bandara akan menjadi tantangan dan kami berusaha optimal betugas dengan jargon edukatif, persuasif, humanis, tegas dan berwiwaba,” kata Duana Heru.

Saat berhadapan dengan pedagang kaki lima (PKL) tidak asal main gusur. Melakukan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif. Satpol PP tidak hanya cukup mengawal perda, juga harus bisa memberi pemahaman masyarakat apa isi perda itu.

“Mengapa perda diciptakan, masyarakat harus paham. Misalnya ada yang melanggar jalur hijau atau melanggar trotoar, artinya PKL juga membahayakan warga. Sisi edukatif seperti itu yang perlu lebih dikedepankan,” kata Duana Heru.

Penjabat Bupati Kulonprogo Budi Antono menyatakan semangat korps harus terus ditumbuhkan. Satpol PP merupakan garda terdepan di daerah dalam menegakkan Perda dan penyelenggaraan ketertiban umum dan ketentraman serta perlindungan masyarakat.

Budi berharap, profesionalisme mengawal perda harus ditingkatkan. “Sehingga apa yang sudah tertuang dalam perda bisa dirasakan oleh masyarakat luas,” kata Budi. (tom/iwa/mar)