RADARJOGJA.CO.ID – Implementasi e-Procurement nasional pada 2010 menjadi tuntutan yang tak terelakkan. Ini sejalan dengan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap reformasi di segala bidang.

PT Aeroffod Indonesia (Aerofood ACS), anak perusahaan Garuda Indonesia tidak mau ketinggalan. Apalagi induk perusahaan Aerofood ACS, yaitu maskapai plat merah Garuda Indonesia juga sudah menerapkan transparansi dan sudah melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

“Kami fokus menyediakan layanan katering premium bagi maskapai penerbangan, tidak luput untuk mengimplementasikan sistem pengadaan barang dan jasa berbasis elektronik atau e-Procurement. Tujuannya, untuk memastikan proses pengadaan di Aerofood ACS lebih transparan dan profesional,” kata Direktur Keuangan PT Aerofood Indonesia Ferry Toga di sela peresmian Go-LIVe E-Procurement di kantor Aerofood Jogjakarta, Rabu (22/3).

Ferry melanjutkan, solusi e-Procurement yang digunakan Aerofood ACS adalah berbasis cloud yang dikembangkan PT Abyor Internasional. Karena, penggunaan arsitektur berbasis cloud memungkinkan Aerofood ACS melakukan penghematan yang besar dari biaya infrastruktur yang biasanya diperlukan dalam mengimplementasikan sebuah sistem e-Procurement yang melayani kebutuhan operasional Aerofood ACS di berbagai lokasi di seluruh Indonesia.

Ditambahkan Ferry, e-Procurement merupakan proses pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara elektronk melalui web atau berbasis internet. Sistem ini bisa diakses kapan dan di mana saja.

“Solusi e-Procurement yang diimplementasikan mencakup tiga modal utama. Yakni modul vendor management, modul sourcing management, dan modul dashboard,” katanya.

Ditegaskan, modul vendor management digunakan untuk mengelola vendor dan supplier Aerofood ACS. Mulai proses pendaftaran hingga evaluasi kinerja vendor. Sedangkan modul sourcing management digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas pengadaan. Mulai pembuatan draft lelang hingga penentuan pemenang lelang.

“Modul sourching management yang diimplementasikan di Aerofood ACS sudah memfasilitas mekanisme-mekanisme lelang yang sesuai standar enterprise, institusi pemerintah dan BUMN. Sedangkan modul dashboard adalah modul yang memungkinkan pihak manajemen Aerofood ACS mengakses informasi-informasi yang penting dan relevan dengan mudah dan akurat,” katanya.

Dengan adanya e-Procurement ini, lanjut Ferry, biaya operasional bisa dikurangi signifikan. Karena tidak perlu lagi penyeraan dokumen fiisk dan proses administrasi yang memakain waktu dan biaya.

Project Manager untuk e-Procurement PT Aerofood ACS Indonesia Muhammad Sony Rahmad mengatakan, Go-Live e-Procurement di Jogjakarta tersebut susah memasuki angka ke-8 dari total 9 kegiatan di seluruh cabang PT ACS. Sebelumnya, kegiatan ini dilakukan di Jakarta, Denpasar, Surabaya dan berapa kota lainnya.

“Kami meyakini, rangkaian 9 Go-Live ini akan berjalan lancar dan PT Aerofood ACS siap lebih baik, dalam layanan dan transparansi,” teganya.(hes/dem)