RADARJOGJA.CO.ID – SELAIN aksi klithih masyarakat di DIJ juga dihebohkan dengan isu penculikan. Kabar penculikan ini muncul secara bersamaan di Kota Jogja, Sleman, dan Gunungkidul selama sepekan ini.

Di Bumi Handayani, seorang siswi SMPN 1 Ponjong nekat lompat dari motor untuk menghindari penculikan. Siswi bernama Mifta Yunindi, 13, diduga menjadi korban penculikan. Dia selamat setelah loncat dari sepeda motor yang dikendarai oleh pelaku.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja, kejadian ini berawal saat korban pulang dari sekolah Sabtu petang (20/3).
Mifta waktu itu jalan kaki, menuju ke rumah usai berlatih upacara di sekolah. Ketika sampai di Padukuhan Tanggulangin, Genjahan, Ponjong, korban dihampiri seorang laki-laki mengguna sepeda motor Mio menawarkan untuk diboncengkan.

Entah apa yang ada di dalam pikiran Mifta, tiba-tiba mengiyakan saja ajakan orang tidak dikenal tersebut. Hanya, perasaannya menjadi tidak menentu karena melihat ada kejanggalan.

Seharusnya jalan lurus, namun pelaku justru tancap gas dan balik arah dengan alasan hendak mengambil handphone yang tertinggal di rumah teman. Seketika itu juga korban tidak mau mengambil risiko dan mulai berpikir untuk menyelamatkan diri.

Setelah berjalan kurang lebih lima kilometer dan sampai di wilayah Hutan Betoro Kidul, Ponjong, korban nekat melompat dari sepeda motor. Usaha tersebut dilakukan mengingat korban melihat ada pengendara sepeda motor dari lawan arah melintas.

Menyadari korban telah melompat, pelaku buru-buru tancap gas melarikan diri. Sementara korban yang jatuh berguling-guling diselamatkan oleh pengguna jalan lain. Pelajar ini ditolong dan diantar pulang ke rumah.

“Kasus ini masih kita dalami,” kata Kapolsek Ponjong, Kompol Saman, kemarin (20/3).
Saman menjelaskan, pihaknya masih melakukan penelusuran dugaan kasus penculikan tersebut. Keterangan awal, modusnya pelaku mengajak korban untuk dibonceng karena perjalanan pulang satu arah.

“Mengantisipasi hal serupa, kepolisian meningkatkan patroli dan sosialisasi ke masyarakat dan sekolah. Harapannya masyarakat ikut melakukan pengawasan dan melaporkan ke petugas jika menemukan hal yang mencurigakan,” ujarnya.

Kapolres Gunungkidul AKBP Nugrah Trihadi mengatakan, kasus dugaan penculikan hendaknya menjadi perhatian semua pihak. Sisi positif yang bisa diambil dalam kasus ini adalah kehati-hatian.

“Dengan munculnya isu ini, hendaknya orang tua menjaga anak dengan baik,” kata Nugrah Trihadi.
Menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dia memerintahkan anggota untuk meningkatkan patroli dan pengawasan di lapangan. Masyarakat dan orang tua juga diharapkanwaspada sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kepolisian terus meningkatkan pengamanan di lapangan. Orang tua juga harus berpartisipasi melakukan pengawasan,” ucap mantan Kapolsek Belitung Timur itu. (gun/ila/ong)