RADARJOGJA.CO.ID – Kondisi di wilayah zona longsor kian mengkhawatirkan. Itu menyusul terjadinya longsor di Dusun Dukuh, Seloharjo, Pundong pasca hujan deras yang mengguyur wilayah kabupaten Bantul dalam dua hari terakhir. Beruntung, longsornya tebing setinggi sepuluh meter Minggu (19/3) itu hanya menimpa bagian belakang rumah milik Marjono.

Kepala Desa Seloharjo Marhadi khawatir terjadinya longsor susulan. Sebab, kontur tanah di Dusun Dukuh labil dan mudah bergeser andai diguyur hujan deras. Apalagi, di lokasi titik longsor juga terdapat retakan. “Retakan ini juga merembet ke rumah warga,” jelas Marhadi, Senin (20/3).

Pria yang akrab disapan Badrun ini beberapa waktu lalu pernah mengajukan relokasi beberapa kepala keluarga (KK) kepada pemkab. Termasuk di antaranya beberapa KK yang berada di Dusun Dukuh. Hanya, hingga sekarang usulan ini belum menuai respons. “Penginnya segera ada tanggapan biar tidak ada korban jiwa,” ucapnya.

Seperti di Dusun Dukuh, kondisi di wilayah zona merah di Desa Selopamioro, Imogiri juga serupa. Bahkan, sebaran titik longsor kian rata. Kepala Desa Selopamioro Himawan menyebut ada tujuh titik longsor di wilayahnya. Itu tersebar di enam Dusun. Meliputi Kajor Kulon, Kajor Wetan, Srunggo, Jetis, Siluk, dan Lanteng II.

“Semuanya berada di daerah perbukitan,” ujarnya.

Dari sekian titik ini, Himawan memberikan atensi khusus terdapat puluhan KK dari empat dusun. Yakni, Dusun Lanteng II, Kajor Kulon, Kajor Wetan, dan Siluk. Mengingat, kontur tanah di perbukitan labil. Itu diperparah dengan padatnya permukiman warga.

“Idealnya direlokasi ke titik aman,” katanya.

Kendati begitu, Himawan pesimistis usulan relokasi ini bakal disetujui pemkab. Sebab, pemerintah desa (pemdes) Selopamioro pernah mengajukan data 50 KK yang harus direlokasi. Hanya, usulan ini juga belum direspons. “Mereka dari Kajor Kulon, Kajor Wetan, dan Siluk,” sebutnya.

Himawan menegaskan, pemdes siap menyediakan area relokasi andai puluhan KK ini tidak memiliki lahan di zona aman. (zam/din/mar)