RADARJOGJA.CO.ID – GUNUNGKIDUL – Antisipasi aksi klithih terus dilakukan oleh jajaran kepolisian. Jika sebelumnya Polres Sleman membuat Satgas Antiklithih (Antil). Beda lagi dengan Polres Gunungkidul yang menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk rajin patroli.

Kemarin (20/3), Polsek Panggang menertibkan puluhan anak baru gede (ABG) yang melakukan konvoi kendaraan roda dua. Polisi langsung bereaksi karena mendapatkan laporan dari warga yang resah dengan aktivitas pemotor tersebut.

Kejadian berawal saat rombongan pemotor terdiri dari jenis Kawasaki KLX dan Mio melintas di Jalan Panggang-Imogiri KM 32, kemarin. Iring-iringan kendaraan roda dua itu membuat warga sekitar menjadi resah. Karena dianggap bisa menimbulkan dampak negatif, penduduk setempat berinisiatif melapor kepada polisi.

Sekitar pukul 11.00, gerombolan pelajar dihentikan oleh petugas di Mapolsek Panggang. Bukannya berhenti, mereka justru tancap gas sembari menggeber knalpot dengan raungan keras.

Anggota polisi yang sudah siaga langsung berupaya melakukan pengejaran. Puluhan ABG ini kocar-kacir melarikan diri.
Salah satu dari mereka berhasil ditangkap oleh petugas. Dengan tertangkapnya satu orang ini, kemudian identitas puluhan remaja tersebut bisa dibongkar. Terang saja, tidak lama kemudian mereka putar balik menuju Polsek Panggang.

Kapolsek Panggang AKP Tri Wibowo mengatakan, rombongan yang diamankan berjumlah 33 orang, semua laki-laki. Dalam kesempatan itu, petugas langsung melakukan pemeriksaan kelengkapan.

“Dari hasil pemeriksaan, baik tas yang dibawa ataupun jok sepeda motor, tidak ditemukan benda mencurigakan dan berbahaya seperti, senjata tajam maupun narkoba,” kata Tri.

Meski dinyatakan aman, petugas tetap memberikan arahan kepada semua rombongan konvoi dari sejumlah sekolah di Jogjakarta itu. Dalam berkendara mereka diminta agar selalu tertib berlalu lintas dan melengkapi diri dengan STNK, SIM, helm, dan kelengkapan penting yang lain.

Tidak kalah penting, kata Tri, mereka diminta memperhatikan keamanan di setiap perjalanan. Sebab, remaja yang ramai-ramai berkendara dan bergerombol bisa menjadi sasaran aksi klithih. Bisa juga sebagai pelaku, jika berpapasan di jalan dengan gerombolan lain dan akhirnya terjadi adu jotos.

“Remaja yang ditangkap kemarin langsung kami beri pembinaan. Beberapa siswa tersebut dipersilakan melanjutkan perjalanan menuju ke pantai dan diminta untuk hati-hati serta waspada,” terangnya. (gun/ila/ong)