RADARJOGJA.CO.IDBERHASIL membuka dua titik longsor, akses jalan kabupaten menuju Desa Durensari, Kecamatan Bagelen, Purworejo, masih terkendala hingga kemarin (20/3). Hanya kendaraan roda dua saja yang bisa melewati, sementara kendaraan roda empat harus menggunakan akses jalan rabat desa yang berat.

Pantauan Radar Jogja, akses jalan terkendala material longsor di Desa Semono, Kecamatan Bagelen. Material tanah masih menutup jalan dan membutuhkan alat berat untuk membersihkannya. Jauh dari jangkauan masyarakat Semono dan lebih dekat ke Durensari menjadikan proses pembersihannya terkendala.

Jika menggunakan tenaga manual membutuhkan waktu lama karena material tanah setinggi dua meter dengan panjang longsor mencapai 18 meter. Recananya, pembersihan akan dilakukan pada Minggu (26/3) depan oleh masyarakat Durensari.

Walaupun menggunakan roda dua, pengguna jalan yang hendak melintas harus berhati-hati karena kondisi tanahnya labil. Jalan yang bisa digunakan pun hanya berupa bahu jalan karena badan jalan hampir seluruhnya tertutup material tanah.

“Hari Minggu (19/3) kemarin masyarakat masih terkonsentrasi membersihkan dua longsoran di Durensari. Dan yang di Semono hanya sekadar bisa dilewati saja, tapi ya hanya untuk roda dua,” kata Kades Durensari Keman Siswanto.

Kabid Kedarutan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Sigit Ahmad Basuki mengatakan, penanganan longsor Semono tidak akan menggunakan alat berat. Pihaknya telah melakukan survei ke lapangan dan penanganan sederhana bisa dilakukan. “Kalau alat berat, biayanya terlalu mahal. Karena sebenarnya tidak terlalu berat,” kata Sigit.

Menurutnya, material yang menutup jalan hanyalah tanah dan bisa dibersihkan dalam tempo singkat tanpa alat berat. Rencananya, alat yang akan digunakan hanya semprotan air. (udi/laz/ong)