RADARJOGJA.CO.ID – JOGJA – Musyawarah Olahraga Daerah (Musorda) KONI DIJ, Sabtu (25/3) mendatang dipastikan akan berlangsung ramai. Hal itu setelah ada empat bakal calon ketua umum yang resmi mendaftarkan diri, Senin (20/3) kemarin.

Keempat bakal calon itu adalah Haka Astana, Hadianto Ismangoen, Pramana, dan KPH Indrokusumo. Mereka akan bertarung memperebutkan kursi KONI DIJ untuk menggantikan GBPH Prabukusumo yang sudah dua periode menjabat.

Ketua Tim Penjaringan Balon Ketum KONI DIJ Suhartono mengatakan, dari keempatnya tercatat telah mendapatkan total 35 suara dari 55 suara anggota yang memiliki hak pilih. Selanjutnya pihaknya akan melihat syarat-syarat yang diserahkan untuk memastikan siapa saja yang akan berhak masuk dalam proses pemilihan di Musorda. Keempatnya juga telah menyertakan surat dukungan dari pemilik suara. “Tapi dari cabor mana saja dan jumlahnya berapa belum bisa kami sampaikan,” tuturnya.

Selanjutnya mengenaiproses verifikasi terhadap balon yang telah mendaftar, apakah akan diberikan batasan minimal untuk bisa diikutsertakan dalam pemilihan calon ketum pada Musorda akan diputuskan kemudian. “Kami baru menerima pendaftaran, untuk syaratnya memang tidak ada batasan minimal dukungannya. Tapi kalau nanti ada batasan, ya kami serahkan ke peserta Musorda,” terangnya.

Ketum KONI DIJ GBPH Prabukusumo berharap, siapapun yang nanti menggantikan dirinya harus bisa meningkatkan prestasi olahraga DIJ lebih baik. Selain itu ia juga berpesan kepada para balon untuk tidak menggunakan politik uang dalam menggaet pemilik suara. “Kalau ada dan nantinya terbukti, kemenangannya bisa dibatalkan,” tandasnya.

Bakal calon ketum KONI DIJ Irjen Pol (Purn) Haka Astana mengaku siap jika dipercaya masyarakat olahraga DIJ maju dan mendapat amanah memimpin KONI. “Prinsip saya mengabdi sepenuh hati untuk meningkatkan prestasi dan harga diri. Hasil PON Jabar tahun lalu jelas akan menjadi tolok ukur meningkatkan prestasi olahraga DIJ ke depan,” tuturnya. (riz/din/ONG)