RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Beredarnya DVD berjudul Komentar Mengenai Partai Komunis sempat membuat resah warga Jogjakarta. Peredaran DVD ini disertakan dalam proposal workshop. Tujuannya menyasar beberapa instansi dan juga kelurahan-kelurahan yang ada di Jogjakarta.

Alamat pengirim paket adalah sebuah rumah di Pandega Padma, Sinduadi Mlati Sleman. Saat Radar Jogja mendatangi alamat rumah ditemui langsung Sriyanto. Sosok ini adalah aktivis Falun Dafa, perkumpulan yang menyebarkan DVD tersebut.

“Bukan ajakan untuk bergabung menjadi anggota partai komunis. Justru DVD tersebut berisi sebaliknya. Mengungkap sisi negatif dari Partai Komunis Tiongkok (PKT),” jelasnya kemarin (20/3).

Mantan kepala SD di daerah Sleman ini menuturkan PKT mendominasi Tiongkok. Terlihat dari struktur pemerintahan yang didominasi oleh partai ini. Sementara Falun Dafa sendiri bukanlah organisasi politik. Hanya saja saat ini menjadi sorotan tajam partai berkuasa.

Sriyanto menjabarkan beragam kejahatan mulai menyasar anggota Falun Dafa. Salah satu kasus terparah adalah pengambilan organ tubuh. Organ-organ tubuh ini selanjutnya dijadikan kebutuhan transplantasi medis di Tiongkok.

“Dari sisi keanggotaan, Falun Dafa mencapai 100 jutaan orang. Sementara PKT hanya 70 jutaan orang. Ada indikasi ketakutan, Falun Dafa dianggap akan menjadi organisasi. Sehingga PKT bertindak kejam kepada anggota-anggota Falun Dafa,” ujarnya.

Dirinya juga sempat menunjukan sebuah surat kabar harian Epoch Times. Salah satu artikel dari koran ini membahas kekejaman PKT. Bahkan disudut Koran terpampang angka jumlah anggota yang mundur dari PKT dan organisasi-organisasinya.

Tentang penggunaan alamat rumahnya untuk mempermudah surat menyurat. Rumah ini juga kerap dijadikan tempat berkumpul dan berkoordinasi. Terutama ketika ada pihak yang ingin mengikuti atau menggelar workshop mengenai Falun Dafa.

“Kalau pengirim proposal atas nama Rani dari Jakarta. Falun dafa sendiri rutinitasnya justru latihan gerakan dan bersinergi dengan alam, mirip Tai Chi dan senam gerakannya. Tapi entah dianggap meresahkan oleh PKT,” katanya.

Kapolsek Mlati Kompol Supriyantoro memastikan Falun Dafa tidak terkoneksi dengan paham komunisme. Timnya, dipimpin Kanit Intel AKP Hariyanto sudah meminta keterangan Sriyanto. Dalam DVD tersebut justru menggambarkan kekejaman rezim berkuasa.

Itulah mengapa dia tidak melakukan tindakan pengamanan dan penyitaan. Ini karena materi yang disampaikan tidak bertentangan dengan idiologi Pancasila. Disisi lain Pemerintah Indonesia juga belum mengeluarkan larangan terhadap Falun Dafa.

“Memang sempat buat heboh karena ada kata komunisnya. Setelah kami lihat DVDnya tidak ada penyebaran idiologi komunis. Kami meminta warga jangan langsung panik, berasumsi dan menyebarkan info. Cari kebenarannya dulu dan kroscek dengan polsek setempat,” tegasnya. (dwi/din/ong)