RADARJOGJA.CO.ID – PURWOREJO – Aktivitas warga Dusun Bojong, Desa Bapangsari, Kecamatan Bagelen, Purworejo, yang sempat lumpuh, kemarin (20/3) kembali pulih. Namun demikian banjir masih menyisakan genangan-genangan kecil di beberapa tempat yang lebih rendah dari jalan desa.

“Kalau surut memang biasanya cepat kok Mas. Kemarin (Minggu, Red) siang sudah mulai pulih. Jalan rabat sudah terlihat dan bisa dilewati. Kalau benar-benar kering, ya hari ini,” kata Kadus Bojong Junaidi kemarin (20/3).

Dikatakan, luapan Sungai Bogowonto sebenarnya relatif jarang terjadi. Masyarakat berusaha mengantisipasi dengan meninggikan rumah mereka antara 0,5 meter hingga satu meter dari permukaan tanah.

“Luapan terjadi kalau ada hujan dalam tempo lama di bagian hulu, kami hanya kena imbasnya saja. Tapi kalau hanya hujan di sekitar sini saja tidak ada masalah apa-apa,” tambahnya.

Jarak antara sungai dengan pemukiman memang sangat dekat, hanya sekitar 100 meter. Sebelum menerobos ke pemukiman, air akan melalui perkebunan milik warga.

“Tiga tahun lalu ada pengerukan sungai dan tanahnya dibuat tanggul. Tapi sekarang sudah hilang karena tanah dekat sungai telah longsor,” ujarnya.

Ia dan warga hanya berharap ada tindakan dari pemerintah untuk mengatasi masalah yang ada di wilayah Bojong ataupun Desa Bapangsari, sehingga masyarakat benar-benar nyaman tinggal. Selain itu tidak takut akan ancaman luapan yang bisa datang sewaktu-waktu.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purworejo Boedi Hardjono mengatakan, wilayah yang terdampak luapan Sungai Bogowonto sebenarnya tidak hanya Kecamatan Bagelen. Beberapa desa di Kecamatan Purwodadi juga sempat tergenang.

“Tapi memang yang paling rendah di Bapangsari itu. Jadi kalau yang lain sudah surut, di Bapangsari menjadi yang terakhir surutnya,” katanya.

Melihat hujan yang terjadi pada Sabtu (18/3) lalu, Boedi mengatakan ada kiriman banjir dari wilayah Wonosobo dan Magelang pada pagi hari. Kawasan Purworejo atas yakni Bener dan Loano, juga terjadi hujan pada siang harinya.

“Ditambah lagi wilayah Purworejo kota dan beberapa tempat lagi hujan lepas Asar. Jadi banjir di Bogowonto luar biasa,” tandasnya.

Penanganan sungai sendiri, Boedi mengatakan hal itu bukan menjadi kewenangannya. Pihaknya telah mengomunikasikannya ke pihak terkait dan berharap penanganan Bogowonto bisa diarahkan ke wilayah-wilayah yang rawan. “Ini hanya harapan, karena kami juga tidak tahu apakah hal itu bisa dilaksanakan atau tidak,” katanya. (udi/laz/ong)