RADARJOGJA.CO.ID -SLEMAN – Uji coba melawan Bali United bisa menjadi pelajaran berharga bagi PSS Sleman. Selain itu tim juga bisa mengukur hasil latihan selama sebulan terakhir. Karena selama sebulan ini PSS hanya berujicoba dengan tim lokal. Yaitu dengan CMB, PSST, UNY FC dan Persak Kentungan.

Pelatih PSS Sleman Freddy Muli berharap, skema bertahan, transisi dan pola penyerangan timnya berjalan saat bersua lawan yang lebih kuat. Termasuk membangun serangan sejak dari bawah dengan cepat seperti yang diinginkannya. Ia juga ingin memaksimalkan kedua sayap dan duet strikernya.”Harus cepat dalam menyerang dengan sentral dari tengah terus ke sayap. Dengan adanya dua striker di depan kami ingin lebih tajam,” ungkapnya.

Beberapa pertandingan di Piala Presiden dan , Riski Novriansyah menjadi pemain yang cukup tajam. Dia disokong Kito Chandra, Imam Bagus dan Revi Agung. Termasuk akselerasi Busari di lini tengah yang berduet dengan Arie Sandy. Jika saat Piala Presiden lalu, penampilan impresif mereka tereduksi stamina dan fisik yang belum prima, setelah menjalani latihan fisik selama sebulan ini tentu pelatih ingin pemain fight di lapangan selama 90 menit. “Fisik pemain sudah sekitar lebih dari 80 persen. Tinggal 20 persen lagi sudah bisa lebih kuat berduel. Kami juga harus lebih ketat dalam pressing permainan lawan sepanjang pertandingan. Itu butuh fisik yang kuat,” imbuhnya.

Pelatih Bali United Hans Peter Schaller rencananya akan membawa 22 pemain ke Sleman, hari ini.Dari 22 pemain yang dipanggil, tidak ada nama Yabes Roni Malaifani dan Agus Nova Wiantara. Keduanya dikabarkan mengalami demam sehingga harus digantikanJackson Tiwu dan Amrun Mubarok.Selain itu, nama penjaga gawang I Putu Pager juga tidak dibawa ke Sleman. “Kami ingin ujicoba dan ingin mengetahui bagaimana kekuatan kami. Kami akan fokus di tim dulu,” ungkapnya.

Pelatih Kiper Bali United Nil Parasuci mengatakan, dipilihnya I Made Wardana dan Alfonsius Kelvan bukan tanpa alasan. Dia menilai, jam terbang penjaga gawang Bali United ini sudah cukup bagus. Namun, dia tidak ingin menganaktirikan penjaga gawang lainnya, I Putu Pager. “Pager kan masih terlalu muda dan masih perlu jam terbang. Sedangkan M. Dicky juga sekarang sedang dipanggil timnas,” bebernya. (riz/din/ong)