RADARJOGJA.CO.ID – MAGELANG – Naskah soal uji coba ujian nasional (unas) tingkat sekolah menengah pertama (SMP) mendapat perhatian kalangan masyarakat. Ini karena di dalam salah satu naskah soal terdapat nama pasangan calon gubernur DKI Jakarta Anis Baswedan-Sandiaga Uno. Kondisi ini pun mendapat perhatian khusus dari Dinas Pendidikan Kota Magelang.

Munculnya kabar terkait soal yang bertuliskan pasangan cagub ini bermula dari salah satu pengguna media sosial. Soal itu diketahui beredar di kalangan siswa sejak uji coba unas awal Maret silam. Namun baru diketahui dan ditindaklanjuti pada Jumat (17/3) kemarin.

“Kami masih mendalami temuan ini,” ujar Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Magelang Taufik Nurbakin kemarin (17/3).Naskah soal uji coba unas yang dipermasalahkan itu muncul pada mata pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP.
Di soal nomor empat, siswa diperintahkan mencari sebuah kalimat yang dinilai rancu. Terdapat sebuah paragraf berisi riwayat hidup Mantan Menteri Pendidikan Anies Baswedan. Ia dituliskan telah akrab dengan budaya organisasi dan kepemimpinan sejak usia belia.

Tidak hanya Anies, nama calon Wagub DKI Jakarta Sandiaga Uno tiba-tiba juga muncul. Nama Sandi ada secara berurutan pada soal nomor lima. Dalam soal itu, dikabarkan biografi singkat dirinya. Mulai dari rekam jejak akademik, serta kesuksesannya menembus deretan orang terkaya di Indonesia. Pada soal itu, siswa diminta menemukan keistimewaan tokoh dari uraian tersebut.

Taufik mengaku kaget dengan munculnya soal itu. Menurut dia, dalam setiap paket memang terdapat soal yang isinya nama-nama tokoh. Paket pertama lalu, ada Ali Alatas dan Asmanadia.”Tapi untuk paket yang ke dua ini, kenapa bisa Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang muncul,” ungkapnya.

Setelah mengetahui beredarnya soal itu, Disdik langsung mengumpulkan beberapa pihak. Seperti pengawas sekolah, MKKS, serta penyusun naskah soal ujian, di Kantor Disdik setempat. Dalam pertemuan Jumat sore itu, Sekda Kota Magelang Sugiharto juga turut hadir. “Kami akan minta klarifikasi dari pembuat soal,” katanya.

Soal dibuat oleh para guru yang tergabung dalam musyawarah guru mata pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia se-Kota Magelang. Sementara untuk pengawasannya sendiri tidak sampai ke Disdik, karena beban kerja yang sudah dinilai banyak.
Ia mengatakan, untuk soal ulangan harian, atau beragam soal uji coba semacam ini verifikasinya cukup sampai Musyawarah Kerja Kepala Sekolah. Atau pengawas saja, tidak sampai ke Disdik. Dengan kejadian ini, pengawasan proses pembuatan soal akan lebih diperketat. “Perlu didalami, apakah ada unsur kesengajaan atau tidak,” katanya.

Temuan soal ini sudah sampai ke Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Melalui akun twitternya @ganjarpranowo sempat menanyakan ihwal kebenaran soal tersebut. Pertanyaan Ganjar dilontarkan setelah mendapatkan kiriman dari pemilik akun twitter bernama @vannioktav. Ia pertama kali mengunggahnya ke dunia maya pada Selasa (14/3).

Ganjar langsung memberi respons dan mempertanyakan kebenaran gambar itu pada Kamis (16/3). “Masak sih? Itu beneran?,” tulis Ganjar, meretweet tautan @vannioktav, lewat akun twitter pribadinya. Setelah mendapat respons dari Ganjar, hingga Jumat sore sejumlah pejabat di lingkungan Disdik Kota Magelang dan lingkungan Pemkot Magelang masih menggelar rapat membahas persoalan ini. (ady/laz/ong)