RADARJOGJA.CO.ID – Kasus dugaan pungutan liar (pungli) yang melibatkan oknum petugas Tempat Pungutan Retribusi (TPR) Waduk Sermo, Kecamatan Kokap mulai ada titik terang. Tim Saber Pungli Kulonprogo Bambang Sutrisno mengungkapkan, pihak Inspektorat Daerah mulai menghitung berapa kerugian negara atas praktik pungli tersebut.

“Hasilnya nanti akan diserahkan kepada kepolisian sebelum berkas diajukan ke Kejaksaan Negeri Wates. Pekan depan penghitungan sudah selesai,” ucapnya usai Sosialiasi Saber Pungli di Gedung Kaca Kompleks Pemkab Kulonprogo, Kamis (16/3).

Disinggung kejelasan nasib tersangka sebagai petugas TPR, Bambang menyatakan, sepenuhnya akan diserahkan kepada instansi terkait. Sementara yang bersangkutan kini diakui masih bertugas sebagai petugas TPR di Waduk Sermo.

“Selama belum ada putusan hukum secara final, asas praduga tak bersalah tetap harus dikedepankan,” tegasnya.

Menurutnya, kerugian negara akibat praktik pungli itu sebenarnya cukup banyak, terlebih sudah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup panjang. Namun sayang, pihaknya belum bersedia mengungkapkan berapa nominal kerugian tersebut.

“Nanti akan kami publikasikan setelah kami serahkan ke polisi,” ujarnya.

Seperti diketahui, pengungkapan kasus dugaan pungli itu berawal dari keluhan pengunjung yang merasa dirugikan atas praktik pungli yang dilakukan oknum yang bersangkutan. Pemungutan retribusi dilakukan dengan tidak memberikan karcis tanda masuk objek wisata.
Pascalaporan tersebut, petugas Saber Pungli melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Hasilnya, tim berhasil melakukan penyitaan barang bukti berupa satu bendel karcis tanda masuk dan uang tunai senilai Rp 225 ribu.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Kulonprogo AKP Dicky Hermansyah menampik tudingan jika pihaknya tidak melanjutkan kasus tersebut. Menurutnya, kasus dugaan pungli mutlak diperlukan penghitungan kerugian negara.

“Dengan modal dokumen penghitungan kerugian negara itulah nantinya kami bisa memutuskan kasus tersebut layak P-21 atau tidak,” tegasnya. (tom/mar)