RADARJOGJA.CO.ID – Kecelakaan laut di Muara Sungai Serang, Pantai Glagah, Kecamatan Temon, dengan tiga korban jiwa mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Selain sikap acuh dan nekat para pengunjung yang kadang tidak mengindahkan peringatan larangan mandi di laut, proses penanganannya juga menjadi sorotan.

Ketua Komisi III DPRD Kulonprogo Aji Pangaribawa menyatakan, terlepas kecelakaan laut itu musibah atau garis yang sudah menjadi ketentuan Tuhan. Langkah-langkah antisipasi sebetulnya tetap harus diupayakan semaksimal mungkin.

Melihat kasus kecelakaan laut di Muara Serang, saat personel SAR yang berjaga di Pantai Glagah dinilai sudah cukup, maka peralatan pendukungnya yang mungkin bisa dikatakan kurang memadai.
“Jarak Posko SAR penjagaan yang terlalu jauh dari titik kumpul para wisatawan juga jadi salah satu faktor yang menyebabkan gerak petugas menjadi lambat. Hal itu mungkin juga perlu dipikirkan,” katanya, Kamis (16/3).

Anggota Tim SAR Satlinmas Wilayah V Sutiman mengungkapkan, minimnya logistik peralatan untuk proses pencarian korban tenggelam (alat selam) memang cukup disayangkan. Karena dengan kedalaman tertentu, proses pencarian manual sangat sulit untuk menemukan korban, dan terasa seperti sia-sia.

“Alat selam sangat dibutuhkan. Kendati sebagai Tim SAR tak ada kata menyerah dalam mencari korban, namun dengan peralatan yang lebih lengkap tentu akan lebih efektif,” ungkapnya.

Kasi Linmas Satpol PP Kulonprogo Suharyana mengatakan, anggota Tim SAR sudah dibekali teknik-teknik dalam pencarian korban termasuk teknik menyelam. Namun dengan alat yang kurang memadai, teknik itu juga tidak bisa diterapkan.

“Sebetulnya ada satu set peralatan selam, namun kondisinya sudah rusak, bantuan dari provinsi. Peralatan yang kemarin itu dari Tim SAR DIJ dan Basarnas. Karena tidak memiliki alat, maka kecepatan koordinasi jadi kunci, dan koordinasi yang dilakukan kemarin itu sudah termasuk cepat,” ucapnya.

Menurutnya, untuk menganggarkan alat selam saat ini belum bisa dilakukan, belum menjadi prioritas. Sebab, penggunaan alat selam dalam kasus laka laut jarang dilakukan bahkan nyaris tidak bisa diterapkan, alat selam juga lebih banyak difungsikan untuk mencari korban yang sudah meninggal dunia. (tom/mar)