RADARJOGJA.CO.ID – Ada yang unik dari mitra driver GO-JEK asal Jogjakarta. Sugeng Soebardjo, nama pria ini bergabung menjadi mitra sejak awal GO-JEK masuk DIJ. Sugeng dikenal memiliki keahlian mendongeng. Tidak heran, ia sering dipanggil di berbagai sekolah jika ada acara.

“Alat peraga mendongeng saya bikin sendiri di workshop sebelah rumah. Sedangkan bahan-bahannya, saya gunakan bahan daur ulang,” ungkap Sugeng, Jumat (16/3).

Selain mendongeng, pria berusia 61 tahun ini juga mahir membuat karikatur. Tema-tema dongeng yang diusung Sugeng merrupakan pembangunan karakter dan budi pekerti. Menurutnya, semua itu harus diajarkan sejak dini.

Sugeng merasa nyaman menjadi mitra driver GO-JEK. Karena dirinya bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya.

“Saat saya sedang mendongeng, saya tinggal mematikan aplikasi. Inilah yang membuat saya senang bergabung dengan GO-JEK,” tegas pria yang akrab dipanggil Bagong ini.

Bagong yang sudah memiliki empat anak ini biasanya memulai hari sebagai driver GO-JEK sejak pukul 13.00 – 22.00. ia mengungkapkan, banyak cerita-cerita yang dialami saat bertugas. Semuanya ditulis dalam catatan harian. Tak hanya pengalaman, segala pengeluarannya pun ia tulis secara rinci.”Kelak saya ingin mengeluarkan buku,” tegasnya.

Sengan setiap hari berinteraksi dengan pelanggan GO-JEK dengan berbagai latar belakang, ia banyak menemukan kisah-kisah menarik. Hal menarik tersebut, tak hanya bertemu dengan banyak orang setiap hari, namun bagi Bagong GO-JEK membantu meningkatkan pendapatannya.

Ia bercerita, sebelum bergabung dengan GO-JEK dirinya tidak sering memberikan uang saku pada anaknya. “Apalagi jika order mendongeng dan membuat karikatur sedang sepi. Saya harus mencari cara untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga,” paparnya.

Setelah bergabung dengan GO-JEK, kehidupannya jauh lebih baik.”Sekarang saya bisa sering memberikan uang saku pada anak-anak dan kebutuhan rumah tangga,” kata Bagong yang tinggal di Sleman ini.

Bagong sering menerima order GO-FOOD. Ia bercerita pernah mendapatkan order makanan dalam jumlah banyak. Setiba di rumah pelanggan yang melakukan order, acara pelanggan tersebut batal.

“Saya lalu dipersilakan masuk dan disuguhi minuman. Setelah berbincang-bincang, saya diminta membawa makanan-makanan tersebut untuk anak-anak saya. Karena tidak dapat menolak, akhirnya saya bawa pulang,” kisahnya.

Terkait penolakan transportasi online yang terjadi beberapa waktu lalu, Bagong mengaku tidak khawatir dan tetap semangat bekerja sebagai driver GO-JEK.(hes/dem)