RADARJOGJA.CO.ID – Aksi tutup jalan dengan pohon dilakukan warga Pedukuhan Tegowanu, Desa Kaliagung, Kecamatan Sentolo kemarin. Mereka memprotes truk pengangkut tanah uruk untuk relokasi warga terdampak bandara yang tercecer di jalan. Tanah yang tercecer di jalan itu membahayakan karena menimbulkan debu dan licin saat hujan.

Aksi warga dilakukan karena keluhan mereka tidak ditinggapi penambang. “Tanah yang menempel di ban truk dan yang tercecer di jalan saat pengangkutan membuat jalan kotor, saat kering berdebu, kalau basah licin, sangat mengganggu,” kata Ngatiman, salah satu warga setempat.

Kondisi jalan yang tertutup tanah itu menyebabkan beberapa warga terjatuh saat diguyur hujan. Ngatiman menghitung ada 14 warga terjatuh karena jalan licin.

“Saat panas, debunya ke mana-mana, jarak pandang terganggu. Belum lagi warga yang memiliki warung makan menjadi tidak laku,” ujar Ngatiman.

Warga menuntut penambang membersihkan lapisan tanah uruk tersebut. Mereka meminta penambang membersihkan tanah yang tercecer itu sehingga tidak menganggu pengguna jalan.

Kepala Desa Kaliagung Suwito mengatakan sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait dan kepolisian. “Kami minta CV Cahaya selaku pengelola pengurukan tanah membersihkan jalan supaya tidak licin dan membahayakan,” kata Suwito.

Jalur truk saat masuk ke lokasi penambangan melalu jalan sisi barat. Seharusnya keluar ke timur menuju jalan nasional.

Pengelola tambang dari CV Cahaya, Ahmad Jaelani berjanji membersihkan jalan. “Selama satu dua hari ini kami akan libur untuk fokus membersihkan jalan. Kami berharap warga tidak demo lagi,” kata Jaelani.

Mengantisipasi supaya tanah tidak tercecer penambang akan memasang terpal di bak truk. “Kami juga akan mengalihkan jalur truk ke jalan provinsi agar tidak mengganggu jalan warga,” kata Jaelani. (tom/iwa/mar)