RADARJOGJA.CO.ID –Bupati Gunungkidul bakal melakukan rotasi jabatan. Penataan ini bukan pertama kali dilakukan. Pengaturan ulang kursi dilakukan karena pejabat yang ada dinilai minim kemampuan.

“Sejumlah pejabat yang ada sekarangposisinya kurang sesuai kemampuan yang dimiliki. Jadi akan diganti,” kata Bupati Gunungkidul Badingah, Selasa (14/3).

Ia meneruskan, rencana roling pejabat dilakukan paling lambat pada akhir April. Saat ini, bupati masih melakukan koordinasi dengan anggota panitia seleksi (pansel). Koordinasi dilakukan untuk mengetahui kinerja pejabat sebagai dasar penataan.

“Nanti, pansel juga dapat melakukan seleksi terbuka untuk posisi yang masih kosong,” tegasnya.

Berkaitan dengan kemampuan pejabat, ia berharap pejabat terpilih menempati posisi tepat sesuai keahlian. Proses penataan pejabat dilakukan dengan memperhatikan kapasitas dan kompetensi yang dimiliki masing-masing pejabat.

“Langkah demikian diambil untuk memastikan dalam prosesnya tidak ada praktik jual beli jabatan,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, selain koordinasi dengan pansel, Badingah terus melakukan komunikasi dengan Komisi Aparatur Sipil Negara. Adanya perubahan peraturan tidak hanya mengharuskan rekomendasi KASN, namun juga berdampak pada kekosongan kepala dinas di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).

“Nantinya, kami lakukan penataan terlebih dahulu. Setelah itu baru dilakukan pengisian dan seleksi yang dilakukan belum tentu posisi OPD yang saat ini masih kosong,” terangnya.

Menurut Badingah, penataan pejabat pada awal tahun lalu menadapatkan apresiasi dari KASN karena penyelenggaraannya termasuk dalam daerah yang bersih dan bebas dari praktik jual beli jabatan. “Kami terus mempertahankan predikat bersih tersebut,” ucapnya.

Ketua DPRD Gunungkidul Suharno menyerahkan sepenuhnya proses penataan pejabat kepada eksekutif. Ia berharap proses penataan bisa dilakukan dengan benar, sehingga penempatan pejabat sesuai kemampuan.

“Jangan sampai prosesnya berdasar pada suka tidak suka. Tetapi harus pada kompetensi yang disesuaikan kebutuhan,” kata politisi PDIP ini.(gun/hes)