RADARJOGJA.CO.ID – Para pedagang Ngangkruksari di wilayah Donotirto, Kretek akhirnya bisa bernapas lega. Selasa (14/3) pasar rakyat yang dibangun dengan anggaran sebesar Rp 12,3 miliar tersebut mulai ditempati. Sebelum ditempati, Bupati Bantul Suharsono bersamapara perdagang menggelar doa bersama.

“Semoga jualan bapak/ibu laris.Pasar jadi lebih bersih, nyaman. Mohon dijaga dengan baik pasar ini agar tetap aman dan nyaman,” kata Suharsono kepada para pedagang pasar.

Disisi lain, sebagian pedagang mengeluhkan sempitnya luasan los maupun kios baru yang tersedia. Salah satunya Sumarni.Pedagang sembako ini mengeluh los baru yang ditempatinya hanya seluas 2×2 meter.

Ukuran ini jauh lebih sempit dibanding los miliknya di Pasar Angkruksari lama yang memiliki luas sekitar 2,5×3 meter. Dengan terbatasnya luasan, praktis los baru ini hanya mampu menampung satu almari penyimpanan barang.

“Dulu bisa menaruh dua gerobak (almari) atau berukuran Panjangrejo,” keluh Sumarni kemarin.

Dari pantauan, los khusus pedagang daging juga hampir serupa. Ukurannya minim. Satu pedagang hanya mendapatkan jatah los sepanjang tak lebih dari 75 meter.Kendati begitu, Sumarni merasa lokasi pasar baru ini jauh lebih bersih sekaligus luas.

“Satu pedagang dengan lainnya berhimpitan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Perdagangan Bantul Subiyanta Hadi menyebut, ada 46 unit bangunan di lokasi Pasar Angkruksari. Itu meliputi kios, los, fasilitas penunjang hingga pos satpam. Semuanya didesain sesuai konsep pembangunan pasar rakyat. Karena itu, Subiyanta menegaskan, sempitnya luasan los yang dikeluhkan pedagang bukan karena buruknya perencanaan. Melainkan karena desain pasar rakyat. “Ini standar. Prototipe pasar rakyat tipe B,” ungkapnya.

Dikatakan, peresmian Pasar Angkruksari baru diselenggarakan akhir Maret. Adapun agenda kemarin sebatas menandai pindahan 677 pedagang. (zam/mar)