RADARJOGJA.CO.ID – Rektor Universitas Muhammadiyah (UM) Magelang Ir Eko Muh Widodo MT melepas peserta KKN Tematik Angkatan ke-44 Tahun 2017. Dia berpesan agar para mahasiswa dapat memetakan program sesuai dengan kondisi masyarakat sehingga tidak menimbulkan salah persepsi. Termasuk menjaga nama baik diri dan institusi.

“Peserta KKN bukanlah sinterklas yang datang membagi-bagikan uang. Tapi datang membawa konsep program kerja berdasarkan ilmu pengetahuan yang didapat di bangku kuliah untuk dapat membantu masyarakat menyelesaikan persoalan yang mereka hadapi,” kata Eko.

Ditambahkan Ketua KKN UM Magelang Dra Retno Rusdjijati MKes, kegiatan KKN Tematik kali ini diikuti oleh 480 mahasiswa yang terdiri dari 278 peserta KKN reguler dan 202 peserta KKN paralel. Mereka akan ditempatkan di Kota dan Kabupaten Magelang. Peserta KKN paralel akan ditempatkan di Kota Magelang, tepatnya di Kecamatan Magelang Utara dan Magelang Tengah.

“Adapun untuk KKN reguler akan ditempatkan di enam Kecamatan di wilayah Kabupaten Magelang. Yakni Kecamatan Kajoran, Srumbung, Windusari, Kaliangkrik, Mertoyudan, dan Muntilan. Mereka dari kelas paralel FAI (Fakultas Agama Islam) yang mendapatkan beasiswa dari Kemenag RI,” tuturnya.

Menurut Retno, para mahasiswa telah diberikan pembekalan 10-11 Maret lalu dengan narasumber dari Pemkab dan Pemkot Magelang serta panitia. Pelepasan kali ini guna mahasiswa melakukan observasi di lapangan dalam rangka menyusun rencana kegiatan selama satu minggu. Setelah rencana kegiatan disetujui, barulah para mahasiswa akan tinggal di lokasi mulai 3-25 April untuk melaksanakan rencana kegiatan yang telah disusun.

“Total ada 49 desa yang menjadi lokasi KKN ke-44 kali ini dengan 49 DPL. Pada akhir kegiatan, mahasiswa peserta KKN diwajibkan untuk menyusun laporan dalam bentuk artikel ilmiah untuk dipublikasikan dalam jurnal,” jelasnya.

Usai mengikuti upacara pelepasan para mahasiswa berangkat menuju lokasi dengan didampingi masing-masing DPL.(ady/dem)