RADARJOGJA.CO.ID – Proyek penataan wajah Kota Bantul dengan mendesain ulang Jalan Jenderal Sudirman segera dimulai. Itu menyusul dimulainya proyek penataan ulang salah satu jalan protokol di Bumi Projo Tamansari tersebut pada tahun ini.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul Yudho Wibowo mengungkapkan, proyek penataan Jalan Jenderal Sudirman membutuhkan waktu hingga dua tahun. Menyusul banyaknya item pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Total anggaran yang dibutuhkan sekitar Rp 100 miliar,” jelas Yudho, Selasa (13/3).

Khusus 2017, Yudho menyebut, pemkab telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 23 miliar. Anggaran ini untuk dua fokus pekerjaan. Rinciannya, Rp 3 miliar untuk pembersihan seluruh pepohonan perindang di sepanjang jalan. Sedangkan Rp 20 miliar untuk pembangunan saluran irigasi yang melintas di bawah sepanjang jalur lambat sebelah barat.

“Menjadi prioritas karena usia irigasi ini cukup tua. Sekitar 30 tahunan,” ucapnya.

Yudho tak menampik ada beberapa konsep rencana pembangunan yang diajukan. Antara lain, step by step. Praktiknya, anggaran yang tersedia difokuskan untuk membangun dari arah selatan atau utara terlebih dahulu.

Dengan membangun saluran irigasi, ruas jalan, berikut pemisah jalannya. Kendati begitu, Yudho melihat rencana ini tak efektif. Hal tersebut bisa berakibat macetnya perekonomian di Bantul kota.

“Irigasi dulu. Setelah selesai baru fokus jalannya,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, ruas jalan Jl Jendral Sudirman bakal didesain hanya menjadi dua ruas jalan. Jalur lambat di sebelah timur dan barat jalan dihilangkan. “Nanti ada pemisah di tengahnya,” ujarnya.

Bupati Bantul Suharsono mengungkapkan, di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman bakal terpasang pembatas jalan. Hanya, khusus di depan Pasar Bantul dibiarkan tanpa pembatas. Itu berfungsi agar halaman pasar tradisional terbesar di Bantul tersebut dapat dimanfaatkan untuk sejumlah aktivitas. Di antaranya untuk car free day. “Biar ramai. Penjual-penjual biar bisa berjualan di situ,” tuturnya. (zam/mar)