RADARJOGJA.CO.ID – SLEMAN – Gerakan ketahanan pangan oleh pemerintah pusat diimplementasikan oleh masing-masing pemerintah daerah. Kecamatan Pakem saat ini tengah mengusung gerakan sejuta tanam sayur, tanaman obat keluarga (toga), dan buah. Setiap warga dan instansi dianjurkan menanam mandiri di setiap halaman rumah masing-masing.

Camat Pakem Siti Wahyu Purwaningsih mengungkapkan, ide bukan hal baru di Pakem. Hanya saja gerakan ini belum dijalankan secara masif. Baru segelintir warga yang menanam mandiri di setiap halaman rumah.

“Kami galakkan dan dorong agar menjadi gerakan yang masif. Kalau mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri bisa mengeruangi anggaran belanja,” ujarnya ditemui, kemarin (13/3).

Sisi lain dari gerakan ini juga berdampak pada kesehatan. Warga dapat mengawasi langsung bahan baku konsumsinya. Tentunya terkait perawatan yang tidak menggunakan pestisida tanaman.

Wahyu menegaskan, gerakan ini setengah wajib bagi warga Pakem. Artinya tidak hanya menyasar warga, tapi juga beragam instansi di Kecamatan Pakem. Terutama instansi pendidikan yang menjadi sasaran utama gerakan tanam mandiri.

“Meminta agar setiap sekolah menyediakan sedikit lahan untuk menanam sayur, toga maupun buah. Instansi dan BUMD juga kami ajak untuk menyukseskan gerakan ini,” jelasnya.

Untuk penyediaan bibit, pihaknya akan menggandeng Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan Wilayah V Pakem. Selain itu juga melibatkan beberapa instansi di Pakem. Baik penambahan bibit maupun penyediaan media tanam polybag.

Wahyu dan jajarannya juga telah melakukan sosialisasi ke pemerintah desa. Untuk selanjutnya diteruskan ke warga masing-masing. Rencananya ada forum untuk mengawal gerakan sejuta tanam ini.
Antispasi kendala juga sudah dilakukan. Diakui oleh Wahyu, selama ini menanam di rumah belum jadi budaya. Sehingga jajarannya menyosialisasikan pengetahuan seputar pemanfaatan lahan pekarangan.

“Harus membudayakan dahulu untuk menjaga ritmenya. Kami juga akan terus dampingi dalam hal perawatan. Warga hanya menyediakan lahan saja,” jelasnya.

Wahyu berharap gerakan ini tidak hanya hangat diawal. Jika sudah memasuki masa panen harus menyiapkan bibit. Seperti tanaman cabe, tomat dan tanaman biji lainnya.

“Dipantau juga agar terus berlanjut tidak berhenti setelah panen. Keuntungannya jika harga kebutuhan melonjak, mampu mengurangi imbasnya. Cukup memetik di halaman rumah,” ujarnya. (dwi/ila/ong)