RADARJOGJA.CO.ID – Tim sepak bola putri DIJ memang tak lolos semifinal Piala Putri Nusantara di Jepara. Namun penampilan ciamik dua pemainnya membuat mereka dipanggil untuk bergabung di Pelatihan Nasional (Pelatnas) Sepak Bola Putri Indonesia untuk persiapan ajang Piala AFF U-15 Putri.Keduanya yakni, Nafizhah Nuraini dan Anisa Febiana.

Pelatih Sepak Bola Putri DIJ Sri Hastuti mengatakan, dalam turnamen undangan tersebut, tim pemantau bakat timnas putri Indonesia menilai dua anak asuhnya layak masuk timnas. Akhirnya mereka dipanggil untuk menjalani seleksi. Itut, sapaan Sri Hastuti mengatakan, panggilan tersebut sebenarnya bukan yang pertama kalinya.

Sebab beberapa tahun sebelumnya, Annisa juga pernah mendapatkan panggilan serupa. Namun karena PSSI mendapat banned FIFA, timnas gagal terjun di kejuaraan internasional.”Saat itu sebenarnyasudah persiapan mencari syarat-syarat untuk bermain di luar negeri segala tapi batal. Tahun ini dia dipanggil lagi bersama Mafizhah. Kami optimistis karena dua pemain ini memang potensial,” uajrnya.

Annisa biasa bermain di posisi gelandang dan bisa menjadi jenderal lapangan tengah. Sementara Nafizhah bermain di posisi ujung tombak. Permainannya saat bertemu DKI Jakarta menyulitkan barisan pertahanan tim asal ibukota itu. Panitia pun menyematkan gelar woman of the match pada pertandingan tersebut.

Itut mengatakan, sebagai persiapan untuk pemanggilan tersebut, keduanya akan mendapat porsi latihan lanjutan. Terutama pada kondisi fisik dan teknik bermain agar bisa bersaing dengan pemain lainnya. “Sebelum berangkat nanti akan kami beri latihan intensif agar mereka lebih siap fisik dan mental,” imbuhnya.

Terkait pemanggilan dua pemain asal DIJ, Sekum PSSI DIJ Dwi Irianto meminta kedua pemain untuk bisa menjadikan pemanggilan tersebut sebagai sarana untuk meningkatkan prestasinya. Di sisi lain ia juga bangga ada pemain Jogjakarta yang kembali masuk seleksi timnas. “Kesempatan ini jangan disia-siakan dan harus bisa dimaksimalkan untuk menimba ilmu dan pengalaman saat bertanding di timnas dan tingkat yang lebih tinggi,” tuturnya. (riz/eri)