RADARJOGJA.CO.ID – Wali murid di Kabupaten Ban tul belum sepenuhnya terbebas dari praktik pu ngutan. Yang terbaru, seorang siswi salah satu SMK di Bumi Projo Tamansari diminta membayar uang sebesar Rp 3 juta.

Uang sebesar ini sebagai salah satu syarat mengikuti program Raimuna Nasional XI. Padahal, keikutsertaan kontingen mengikuti salah satu agenda kepramukaan ini telah ditanggung APBD. Purwanti, seorang wali murid membenarkannya.

Warga Pajangan ini mengatakan, putri keduanya ikut terjaring sebagai salah satu peserta Raimuna Nasional XI di Cibubur pertengahan Agustus mendatang. Ikut mewakili Kabupaten Bantul. Hanya, sebagai syaratnya panitia pengiriman meminta uang sebesar Rp 3 juta.

“Yang mengumumkan pembayaran ini seniornya (di pramuka),” keluh Purwanti, Minggu (12/3).

Purwanti mengaku kaget dengan besaran uang ini. Sebab, salah satu putranya juga pernah mengikuti kegiatan Raimuna. Saat itu tidak ada syarat pembayaran Rp 3 juta. Idealnya, lanjut Purwanti, peserta Raimuna tidak dipungut biaya. Toh, seluruh peserta juga mewakili Bantul.

“Seleksinya juga ketat,” lanjutnya.

Mendapati informasi ini, Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Pramuka Bantul Totok Sudarto membantahnya. Dia menyebut Kwarcab mendapatkan hibah dari APBD sebesar Rp 350 juta. Anggaran ini dialokasikan untuk sejumlah kegiatan. Termasuk di antaranya mengikuti Raimuna XI. Karena itu, Totok menjamin tidak ada praktik pungutan.

“Tidak ada pungutan-pungutan,” bantahnya.

Disebutkan, Kabupaten Bantul mengirimkan dua kelompok untuk mengikuti Raimuna. Yakni, kelompok putra dan putri. Masing-masing kelompok berjumlah 12 orang.

Menurut Totok, tidak sembarangan siswa bisa mengikuti program yang digelar lima tahun sekali ini. Ada serangkaian tahapan dalam proses seleksi. Mulai fisik hingga tes wawancara. (zam/ila/mar)