RADARJOGJA.CO.ID – Sabtu (11/3) malam di Jalan Kenari, Miliran, Muja-Muju, Umbul harjo, Kota Jogja kem-bali jatuh korban jiwa karena terluka senjata tajam (sajam) di bagian dada. Lagi-lagi, korban berstatus pelajar, yakni Ilham Bayu Fajar, 17, siswa kelas IX SMP Piri. Warga Gedongkuning, Banguntapan, Bantul itu meninggal dunia karena tusukan sajam.

Informasi yang dihimpun Radar Jogja menyebutkan, malam itu Ilham berbocengan dengan ka-kaknya, Fernando Suryo Pangestu, dari arah Baciro. Mereka dalam perjalanan pulang setelah ber-main biliar di Jalan Solo.

Sesampai di Simpang Empat Amongrogo mereka berpapasan dengan sekelompok orang yang berboncengan mengendarai lima sepeda motor. Empat jenis matic dan satu KLX. Karena me-rasa takut, korban bersama te-man-temannya berjumlah tujuh orang lantas berbelok ke Jalan Kenari. Tanpa disangka, ke duanya malah dikejar oleh rombongan tersebut. Nahas bagi Ilham dan Fernando.

Sesampai di depan Kantor Pe-layanan BPJS Kesehatan Timo-ho, keduanya terluka sajam oleh salah seorang pelaku yang menunggang KLX. Keduanya lantas ditolong oleh warga se-tempat dan dilarikan ke RS Hidayatullah.

Namun, nyawa Ilham tak terselamatkan. Remaja 17 tahun itu menghem-buskan nafas terakhir sekitar pukul 01.15.Salah seorang saksi mata, Deni, menuturkan, kejadian tersebut berlangsung cukup cepat sekitar pukul 23.50.

Saat itu penjaga keamanan Hotel POP Timoho tersebut sedang ber-jaga di dalam pos. Dia dikaget-kan dengan suara botol pecah di jalan. Ketika mencari arah sumber suara, Deni melihat lima motor terduga pelaku melaju kencang ke arah timur.

“Waktu dengar botol pecah juga ada teriakan dari anggota Satpol PP. Lima motor yang mbleyer ngebut,” ujarnya kemarin (12/3).

Deni mengaku tidak tahu per-sis kejadian penusukan yang membuat Ilham meninggal. Termasuk apakah para pelaku yang melarikan diri dengan mo-tor tersebut membawa senjata tajam.

“Yang jelas mereka ber-boncengan,” lanjut warga Cepu, Blora yang juga geram dengan aksi kekerasan di jalanan.

Kondisi Jalan Kenari saat ke-jadian menurut Deni sudah sepi sejak pukul 22.00. Lampu penerangan jalan pun tidak be-gitu terang. Patroli polisi, kata dia, biasanya cukup sering ter-lihat. “Tapi tidak tahu tadi malam (kemarin) kok malah ke colongan,” ucapnya.

Kanit Reskrim Polsek Umbul-harjo Iptu Supatno mengatakan, semula korban tidak merasa terkena tusukan. Hal itu diketa-hui saat korban sampai di depan Puskesmas Umbulharjo. ” Karena tak kuat korban lantas terjatuh,” katanya.

Dari pemeriksaan sementara kepada kakak korban diketahui bahwa mereka tak menaruh rasa curiga dengan rombongan para pelaku. Itu lantaran para korban merasa tidak punya musuh.Pengejaran terhadap para pelaku, Polsek Umbulharjo be-kerja sama dengan Satuan Re-skrim Polresta Jogja. Penyidik telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan sejumlah saksi.

“Data yang kami dapat di la-pangan itu yang akan digunakan untuk mencari pelaku,” ucap Kapolsek Umbulharjo Kompol Yugi Bayu Hindarto.

Mengingat kejadian berlang-sung cepat, data yang diperoleh penyidik pun sangat minim. Karena itu Yugi mengimbau siapa saja yang mengetahui pe-ristiwa tersebut segera melapor ke Polsek Umbulharjo atau Pol-resta Jogja.Hingga berita ini diturunkan belum satupun pelaku yang berhasil ditangkap. Yugi me-minta semua pihak yang terlibat dalam peristiwa penusukan tersebut segera menyerahkan diri ke polisi. (pra/bhn/yog/ong)