RADARJOGJA.CO.ID –Sebanyak 63 bidan klasifikasi pegawai tidak tetap (PTT) di Gunungkidul boleh bernafas lega. Mereka mulai mempersiapkan berkas sebagai abdi Negara. Tak lama lagi, mereka akan diangkat jadi pegawai negeri sipil (PNS).

Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKP2D) Gunungkidul Sigit Purwanto mengatakan, pengangkatan bidan dan dokter PTT, berdasarkan surat Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (ASN) dan Reformasi Birokrasi tentang Penetapan Kebutuhan PNS dari program pegawai tidak tetap dan hasil seleksi dasar kementerian kesehatan. Khusus Gunungkidul, yang masuk hanya bidan.

“Total bidan PTT di Gunungkidul ada 84 orang, Sisanya tidak bisa memenuhi syarat. Salah satunya syarat usia kurang dari 35 tahun,” kata Sigit Purwanto, Sabtu (11/3).

Ia menjelaskan, sebelum masuk ke calon pegawai negeri sipil (CPNS), tahun lalu mereka mengikuti seleski tes kompetensi dasar (TKD) dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dalam perkembangannya, 21 orang dinyatakan tidak lolos karena faktor usia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Agus Prihastoro mengatakan, yang lolos seleksi PNS merupakan bidan PTT yang mulai bekerja sejak 2005. Pengabdian begitu panjang ini diharapkan jadi motivasi tersendiri, agar saat menjalankan tugas bisa bekerja maksimal.

“Setelah diangkat, semoga pelayanan kesehatan pada masyarakat bisa meningkat,”kata Agus.

Diakui Agus, sebenarnya jumlah tenaga kesehatan yang berstatus PNS di Gunungkidul masih kurang. Untuk bidan, idealnya 1 puskesmas memiliki 10 bidan. Kenyataannya, rata-rata terdiri dari 5 – 6 orang.

“Informasinya akan ada penambahan. Namun saya belum mengetahui secara detail,” ujarnya.

Shinta Ardian Saputri, bidan PTT yang sebentar lagi naik status jadi PNS mengaku, senang dengar kabar tersebut. Ia tengah menyiapkan pemberkasan menjadi abdi negara.”Semoga lancar dan segera bekerja melayani masyarakat,” kata Shinta yang selama ini bekerja di Puskesmas Ponjong II, Ponjong.(gun/hes)