Pamit Pergi Makan-Makan, Jadi Pertemuan Terakhir dengan Sang Ayah

Siapapun tentu tak akan menyangka anggota keluarganya menjadi korban klithih. Begitu pula Teddy Evriansyah,48, yang tak lain ayah Ilham Bayu Fajar,17, korban penusukan di Jalan Kenari, Umbulharjo, Kota Jogja, Minggu (12/3) dini hari. Tak ada firasat apapun yang dirasakan Teddy.
Bahana, Bantul
Kesedihan tampak di raut wajah Teddy Evriansyah saat para pelayat berdatangan di rumahnya, Gedongkuning, 18, Banguntapan, Bantul kemarin (13/3). Hingga jenazah Ilham dimakamkan, Teddy masih tak habis pikir oleh peristiwa yang menimpa anaknya yang masih duduk di bangku SMP itu.

Teddy sama sekali tak mengira jika perjumpaannya dengan Ilham pada Sabtu (11/3) malam menjadi yang terakhir kalinya. “Jam sepuluh malam Minggu sebenarnya Ilham sudah pulang. Namun dia keluar lagi diajak oleh kakaknya (Fernando Suryo. Red). Katanya mau makan-makan,” kata Teddy dengan suara parau.
Di mata Teddy, Ilham adalah pribadi yang baik, supel, dan suka bergaul. Karena itu dia melepas begitu saja saat Ilham dan kakaknya berpamitan keluar rumah. Tak ada firasat apapun dirasakan Teddy saat kedua anaknya melangkahkan kami keluar pintu rumah. Terlebih, setiap malam Minggu sudah menjadi kebiasaan anak-anaknya keluar rumah untuk bermain dengan teman-teman mereka.
“Ilham itu sosok yang pendiam dan ramah,” ujarnya.

Di rumah, Ilham juga dikenal sebagai anak penyayang bagi dua adiknya. Karenanya, bak disambar petir ketika Teddy mendengar kabar anak keduanya itu berada di rumah sakit. Tak hanya kaget, Teddy merasa hancur hatinya setelah mengetahui Ilham sudah tak bernyawa.”Sampai di RS Hidayatullah sudah nggak ada,” kenangnya pilu.

Dia melihat adanya sebuah luka di dada bagian atas sebelah kanan. Diduga, luka itu akibat tusukan benda tajam.”Ada bekas tusukan di dekat jantung,” ungkapnya.

Sebelum dimakamkan, jasad korban diotopsi di RSUP dr Sardjito. Otopsi diperlukan guna keperluan penyidikan oleh pihak kepolisian. Baru sekira pukul 13.00 kemarin jenazah Ilham dikirim ke rumah duka untuk disemayamkan.
Mengingat banyaknya kejadian aksi klithih yang membuat nyawa melayang, Teddy berharap aparat penegak hukum segera bertindak untuk mengungkap kasus kematian Ilham. Menangkap pelaku dan menghukum mereka dengan hukuman setimpal.
“Saya serahkan kepada polisi untuk memberikan hukuman seberat-beratnya,” tegasnya. (yog/ong)