RADARJOGJA.CO.ID –Pasar Argosari, pasar tradisional terbesar di Gunungkidul akan dilengkapi mesin lift. Anggaran realisasi program revitalisasi pasar tersebut sebesar Rp 500 juta. Nantinya, mesin lift tersebut dikhususkan bagi penyandang disabilitas.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Gunungkidul Sulatif mengatakan, pemasangan lift dilatarbelakangi akses jalan bagi kaum difabel yang dinilai kurang efektif.

“Sudah 12 tahun itu (akses jalan) tidak pernah dipakai. Kami berkoordinasi dengan pihak DPUPKP (Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP). Kalau dibongkar tidak mempengaruhi struktur bangunan, karena hanya aksesoris,” ungkap Sulatif, Minggu (12/3).

Dijelaskan, dana revitalisasi pasar sebesar Rp 500 juta digunakan pembuatan fasilitas lift. Dengan begitu, ke depan hak pelayanan publik bagi penyandang disabilitas bisa diperbaiki dengan adanya mesin tersebut. “Dengan mesin lift, kesan kumuh pasar tradisional juga perlahan berubah,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan, jika pembangunan lift terealisasi, tahun 2018 kembali menganggarkan sejumlah dana untuk revitaliasi di Pasar Argosari. Terutama lantai tiga. Selama ini, kios lantai atas tak laku, sehingga akan dicarikan solusi. “Nanti bisa dibuka untuk kios kuliner,” ucapnya.

Sejauh ini, koordinasi Antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait rencana pembangunan mesin lift di Pasar Argosari Wonosari terkesan buruk. DPUPKP Gunungkidul mengaku belum mendapatkan informasi soal detail perihal rencana tersebut.

“Akses jalan bagi difabel yang ada tidak boleh dibongkar begitu saja. Kalau terlanjur dibongkar aksesnya lewat mana. Harus ada alternatif jalan cadangan, harus ada,” kata Kepala DPUPKP Gunungkidul Eddy Praptono.

Eddy juga mempertanyakan besaran anggaran Rp 500 juta untuk pemasangan lift dan pembongkaran akses difabel. Menurut Eddy, harga lift standar yang layak memerlukan dana lebih dari Rp 500 juta, bisa mencapai Rp 800 juta.”Karena tidak mungkin akses bagi para difabel diganti dengan lift barang yang harganya lebih murah,” kritiknya.(gun/hes)