RADARJOGJA.CO.ID – Para petani kembali dihadapkan dengan problem klasik. Harga gabah kering terus merosot sejak awal bulan ini. Ini dipicu banyaknya tanaman padi yang memasuki musim panen.

“Hanya Rp 3.100 per kiloram sekarang. Harga normalnya Rp 4.200 kilogram,” keluh Manto, seorang petani asal Manding, Trirenggo, Bantul, Jumat (10/3).

Manto menyadari anjloknya harga ini tak menguntungkan petani. Karena itu, Manto berencana menyiasatinya dengan menjual hasil panen dalam bentuk beras.

“Butuh waktu lagi karena harus menjemur dan menggilingnya,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul Pulung Haryadi membenarkannya. Dia menegaskan, instansinya tidak akan diam melihat kondisi ini. Guna membantu para petani, DPPKP telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak. Seperti gabungan kelompok tani, dan bulog.

“Bulog bersedia membeli gabah petani dengan harga Rp 3.700 per kilogram. Baik berkadar air 26 persen, 30 persen maupun 14 persen,” sebutnya.

Persoalan tak berhenti di sini. Menurut Pulung, Bulog hanya bersedia membeli gabah dalam partai besar. Di sisi lain, Gapoktan kesulitan membeli gabah dari para petani akibat terkendala modal. “Petani inginnya langsung terima uang,” ucapnya.

Pulung mencatat setidaknya ada 23.130 ton gabah pada musim panen kali ini. Itu berasal dari lahan seluas 3.520 hektare. (zam/din/mar)