RADARJOGJA.CO.ID – Macetnya aliran air bersih perusahaan daerah air minum (PDAM) mendapat perhatian kalangan DPRD Kota Magelang. Dewan mengaku sudah menegur beberapa kali terkait mampetnya aliran air bersih tersebut. Namun demikian, aliran air bersih juga tak kunjung normal.

“Saya sudah sampaikan ke petugas PDAM. Wis ora kurang-kurang le ngomongi PDAM (sudah beberapa kali),” kata Sekretaris Fraksi Hati Nurani Nasdem (Hannas) DPRD Kota Magelang Aktib Sundoko.

Kalangan dewan juga menyayangkan, air bersih yang merupakan kebutuhan hidup dasar manusia itu mengalir tidak lancar. Padahal, setiap hari manusia itu membutuhkan air untuk berbagai kepentingan.

“Katanya sudah ditangani. Kalau kira-kira tidak mampu tutup saja (PDAM),” tuturnya.

Sejak beberapa bulan lalu, aliran air bersih di wilayah Kelurahan Magersari, Kota Magelang tidak lancar. Warga terpaksa harus antre mengambil air di masjid untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Meski mengalir,namun arusnya sangat kecil.

“Lingkunganku saja sama, airnya juga tidak lancar. Sekarang Paten Jurang sudah lumayan lancar, tidak seperti bulan kemarin. Hanya mengalir tiga jam, itu aja tidak tentu waktunya,” ungkap Aktib.

Dengan kondisi ini, PDAM diminta segera menangani agar air bisa kembali lancar. Ia mengamati bahwa masalah pipa PDAM banyak yang mengalami kebocoran. Meskipun bocornya kecil, namun jumlahnya banyak.”Dan yang sekiranya tidak layak, bisa segera diganti,” katanya.

Politikus Nasdem ini juga menyoroti soal kinerja PDAM, terutama sumber daya manusia. Penempatan tenaga kerja khusus dinilai tidak sesuai bidangnya. Artinya, yang tahu jalur dan cara mengatasinya, malah ditempatkan yang tidak sesuai ahlinya.

Sementara itu, Ketua RT 06 Kelurahan Magersari Susanto menjelaskan, total warga RT 06 dan RT 07 Kelurahan Magersari mencapai sekitar 60 KK. Jika dirata-rata setiap KK dihuni 3 jiwa, maka jumlahnya mencapai 180 jiwa.

“Dari jumlah itu, hampir semua warga merasakan tidak lancarnya distribusi air bersih,” ujarnya.

Dengan kondisi ini, warga pun merasa sangat kerepotan. Selain aliran airnya tidak lancar, beban warga ditambah dengan tagihan yang mengalami peningkatan. Harga tagihan air saat ini dinilai mahal.

Dia pun khawatir, jika masalah air tidak segera diselesaikan, bisa terjadi konflik sosial. Hal ini karena, warga meminta air ke tetangganya, padahal yang dimintai air ini juga mengalami kekurangan air bersih.

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengaku akan meneruskan informasi tidak lancarnya air itu ke PDAM. Setelah itu, bisa saja akan ditangani.

“Baik, langsung kami teruskan ke PDAM,” tandasnya. (ady/dem)