RADARJOGJA.CO.ID–Setelah sepuluh bulan menghilang tanpa kabar bersama pacarnya, Sumiyati, akhirnya ditemukan. Namun nahas, yang ditemukan hanyalah jasadnya saja.

Perempuan berusia 40 tahun itu ternyata dibunuh oleh pacarnya sendiri, Ahmad Fauzi, 51, warga Dusun Jetis, Umbulsari, Windusari. Oleh sang kekasih, jasad Sumiyati dikubur di lahan yang berada di Dusun Muneng Kecamatan Pakis Kabupaten Magelang.

Kapolres Magelang AKBP Hindarsono mengatakan, berdasarkan penyelidikan diketahui bahwa Sumiyati tewas. Dia dibunuh oleh Ahmad yang merupakan pacar korban. “Ahmad kami tangkap Senin (6/3) lalu,” katanya.

Dijelaskan, memang benar bahwa tersangka sendiri sudah mengakui perbuatannya yaitu membunuh korban Sumiyati.

“Sampai saat ini kasus masih dalam pengembangan” ujarnya.

Kronologis kejadian, berawal dari tersangka mengajak korban untuk pergi ke Grabag. Tersangka beralasan ingin membelikan korban baju di sana. Hingga akhirnya larut malam, kemudian keduanya memutuskan menginap di rumah salah satu teman tersangka yang berada di Pakis.

Kemudian, tersangka mengajak korban pergi ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda motor. Sesampainya di lokasi kejadian, tersangka langsung mengambil batu dan memukulkannya ke kepala korban hingga akhirnya korban yang tengah hamil delapan bulan itu terjatuh.

Kurang puas dengan perbuatannya, tersangka memukul korban berkali kali dengan batu hingga tak sadarkan diri. Setelah korban tak sadarkan diri, tersangka membuang korban menuju jurang. Takut perbuatannya diketahui, tersangka sempat meminjam cangkul untuk menguburkan jasad korban.

Kasubbag Humas Polres Magelang AKP Santoso menambahkan, untuk pemeriksaan lanjutan kepolisian melakukan penggalian terhadap jasad korban. Santoso menjelaskan, Tim Forensik Polda Jateng yang a melakukan proses bedah mayat tersebut.

“Saat itu korban tengah mengandung delapan bulan dan meminta pertanggung jawaban kepada tersangka, padahal tersangka dan korban masih ada hubungan keluarga. Kemungkinan itu alasan tersangka menghabisi korban,” ungkapnya.

Tim Forensik Polda Jateng dan Polres Magelang menggali jasad korban di tempat kejadian perkara (TKP) di lahan perkebunan Dusun Muneng, Kecamatan Pakis. Penggalian jasad dipimpin oleh tim Kedokteran Forensik Biddokes Polda Jateng AKBP Sumy Hastry. Dari hasil bedah mayat tersebut ditemukan ciri-ciri antara lain korban mengenakan baju luar berupa rompi panjang warna gelap, memakai rok panjang sampai kaki. Jasad tersebut juga mengenakan gelang berwarna pink pada bagian lengan tangan kiri bertuliskan Nyonya Sumiyati dan bagian bawahnya terdapat tanggal lahir bertuliskan 27-10-1969.

AKBP Sumy menuturkan, dari hasil bedah mayat tersebut diketahui jenis kelamin perempuan dengan umur kurang lebih 30 tahun ke atas

“Diduga kuat jasad tersebut memang korban Sumiyati, tetapi dari tim forensik sendiri masih harus mengembangkan hasil yang didapat terlebih dahulu,” jelasnya.

Untuk rencana tindak lanjutnya sendiri, akan dilakukan pengambilan sampel darah ayah dan ibu korban untuk pengetesan DNA. Setelah proses pembongkaran makam dan bedah mayat, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga melalui kepala desa Umbulsari, Windusari untuk dimakamkan. (cr2/dem)