RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Gunungkidul mempersiapkan lelang proyek revitalisasi pasar tradisional. Sedikitnya, ada 10 pasar yang akan digarap dengan dukungan anggaran sebesar Rp 6 miliar.

“Ada 10 pasar yang akan direvitalisasi,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Pasar, Dinas Perindustrian, dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Sulatif, Kamis (9/3).

Saat ini, lanjut Sulatif, tahapan proyek revitalisai pasar mulai masuk pada proses lelang. Sejauh ini, ada empat pasar yang dokumen lelangnya masuk ke unit layanan pengadaan (ULP).”Lainnya, akhir Maret akan masuk. Berikutnya, pada April akan dilelang semua,” tegasnya.

Menurut Sulatif, jika seluruh dokumen lelang sudah masuk ke ULP, baru menyusun jadwal pembangunan fisik. Rencananya, pembangunan fisik akan dilakukan pada Mei 2017.

“Pembangunan fisik di 10 pasar menyesuaikan dengan tingkat kerusakan, sehingga besaran anggaran juga disesuaikan,” terangnya.

Berdasarkan data yang ada, anggaran revitalisai terbesar adalah Pasar Ngawen, yakni sebesar Rp 3 miliar. Kemudian Pasar Nglipar Rp 1,015 Miliar, Pasar Siyonoharjo Rp 1 miliar, Pasar Baran Rp 600 juta, Pasar Ngrancak Rp 600 juta, Pasar Jimbaran Rp 500 juta, Pasar Argosari Rp 500 juta, Pasar Trowono Rp 200 juta, Pasar Mentel Rp 135 juta, dan Pasar Playen Rp 130 juta.

“Anggaran Pasar Ngawen paling besar karena revitalisasi dilakukan menyeluruh,” ucapnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Gunungkidul Hidayat mengatakan, revitalisasi dilakukan karena bangunannya mulai rusak. Pembangunan fisik dilakukan perbaikan dan penambahan fasilitas pasar. Sementara pembangunan nonfisik, merancang desain detail perencanaan pembangunan.

“Kami berharap revitalisas pasar mampu mendongkrak roda perekonomian warga masyarakat dan meningkatkan persaingan pasar tradisional di era modern,” kata Hidayat.

Dikatakan, anggaran pembangunan selain dari dana alokasi khusus (DAK) dari pusat, juga diambil dari APBD 2017 dan bantuan provinsi.(gun/hes)