RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Kulonprogo terus berupaya menekan angka pengangguran. Salah satunya membuka akses informasi lowongan kerja dengan menggelar pameran bursa lowongan kerja (Job Fair) di Hall Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Wates pada Jumat hingga Sabtu (10-11/3).

“Ini menjadi langkah konkret memenuhi tuntutan tenaga kerja yang profesional,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kulonprogo Eko Wisnu Wardhana kemarin.

Salah satu persoalan pokok ketenagakerjaan adalah ketidakseimbangan persediaan tenaga kerja. Menyangkut aspek kualitas maupun kuantitas yang dibutuhkan pasar kerja.

“Tidak semua tenaga kerja dapat menempati lowongan kerja yang diharapkan,” kata Eko Wisnu Wardhana.

Acara tersebut untuk menciptakan keseimbangan demand and supply SDM. Tahun ini Kementerian Ketenagakerjaan mengalokasikan anggaran untuk untuk job fair tersebut.

“Diharapkan menjadi tempat pertemuan para pencari kerja dengan Dunia Usaha Dunia Industri (DUDI),” kata Eko Wisnu Wardhana.

Panitia job fair Saptarini mengatakan kegiatan ini menjadi penanda terbukanya kerja sama Pemkab, UNY dan DUDI. “Kulonprogo Job Fair 2017 memfasilitasi terjadinya interaksi masyarakat industri dengan masyarakat akademik,” kata Saptarini.

Persoalan pengangguran menjadi masalah hampir semua negara di dunia. Termasuk yang dialami oleh Pemkab Kulonprogo. Lapangan pekerjaan jumlahnya tidak sebanyak jumlah angkatan kerja.

Jumlah lulusan sekolah dan perguruan tinggi setiap tahun semakin banyak. Lulusan yang juga disebut fresh graduate tadi harus mendapatkan lapangan pekerjaan jika tidak ingin menjadi persoalan sosial yang semakin hari semakin buruk.

Jika pengangguran tidak diatasi, maka angka kriminalitas pasti akan naik. Angka kriminalitas tinggi disebabkan salah satunya karena tingginya angka pengangguran. (tom/iwa/mar)