RADARJOGJA.CO.ID – Dua pelaku aksi klithih nyaris dihakimi massa Rabu malam (8/3). Beruntung, aksi main hakim sendiri ini dapat segera diketahui oleh petugas kepolisian. Sehingga Hn, 15, warga Selopamioro, Imogiri, dan Jk, 15, warga Pleret ini terhindar dari amukan massa.

Dari informasi yang diperoleh Radar Jogja, dua bocah ingusan ini mengamuk tanpa alasan yang jelas. Secara mendadak, kedua bocah tersebut menantang duel seorang pengguna jalan yang melintas di Jalan Pleret. Sejumlah warga yang mengetahui aksi tersebut melakukan pengejaran.

Tak lama kemudian, keduanya tertangkap. Dari tangan keduanya, warga mengamankan barang bukti berupa pedang dan stik.

“Untuk menghindari amukan warga, mereka diamankan di pos satpam salah satu perumahan,” kata Hadi Sugito, seorang warga setempat.

Kapolsek Banguntapan Kompol Suharsono mengatakan, keduanya masih menjalani pemeriksaan intensif. Guna memberikan efek jera, keduanya bakal diproses secara hukum.

Bupati Bantul Suharsono memberikan perhatian serius terhadap aksi klithih. Terlebih, aksi yang mengganggu kenyamanan DIJ ini belakangan melibatkan kalangan pelajar. Bahkan, Suharsono sendiri pernah berulang kali melihat gerombolan anak usia SD kelayapan tengah malam mengendarai sepeda motor.

Unggah-ungguhe ora ono. Nek motoran do banter-banter (Tidak ada sopan santunya. Kalau naik motor kencang),” keluhnya.

Guna menekan anak di bawah umur terlibat klithih, orang nomor satu di Bumi Projo Tamansari ini berencana mengumpulkan seluruh wali murid. Dalam pertemuan yang dirancang secara bergelombang ini, Suharsono bakal memberikan sejumlah pengarahan.

Di antaranya, oran tua harus ikut mengawasi pergaulan anak-anaknya. Sebab, sekolah tidak dapat disalahkan sepenuhnya andai ada siswanya yang terlibat klithih. Toh, siswa berada di lingkungan sekolah hanya mulai pagi hingga siang hari. Selebihnya, berada di lingkungan keluarga.

Mbok arepo sugih, anak ojo dimanja ditukokne sepeda motor (Meski kaya, anak jangan dimanja dibelikan sepeda motor). Tunggu sampai usia dewasa,” pesannya. (zam/mar)