RADARJOGJA.CO.ID – Pemkab Kulonprogo terus berupaya menyandang status sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). Kehadiran bandara dinilai menjadi tantangan. Harus disiapkan supaya anak-anak mampu menghadapi dampak keberadaan bandara.

Demikian disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Kulonprogo Budi Antono kepada tim Pembina KLA provinsi DIJ di ruang rapat Setda Kulonprogo kemarin. Dampak bandara sangat besar, penyiapan agar anak siap menghadapinya perlu dilaksanakan sejak sekarang.

“Harus lintas sektor, dunia usaha juga diharapkan keterlibatannya. Supaya anak siap menghadapi kehadiran bandara berikut pengaruh positif dan negatifnya,” kata Budi.

Bandara Kulonprogo berkelas internasional dengan konsep airport city. RSUD Wates diharapkan menjadi rumah sakit berkelas internasional.

“Demi menyesuaikan dengan bandara yang berkelas internasional juga. Demikian juga fasilitas lain diharapkan menyesuaikan standar internasional,” kata Budi.

Tim KLA DIJ menginformasikan tahap penilaian KLA diawali pengisian data 8 Maret hingg 4 April 2017. Data yang dimasukkan harus benar.

Budi menegaskan semua data lapangan yang dimasukkan harus dicermati. “Untuk kegiatan ini jumlahnya cukup banyak. Maka dari itulah saat memasukkan data harus ada diskusi dengan teman-teman yang menangani agar data yang ada tidak tercecer atau tidak dimasukkan,” tegas Budi. (tom/iwa/mar)