RADARJOGJA.CO.ID – Pembangunan jalan Sedan-Jekeling, Desa Sidorejo, Lendah kembali dikerjakan. Sebelumnya, kontraktor dituduh meninggalkan pekerjaan padahal belum selesai.

Kontraktor CV Bintang Sembilan menyatakan tidak berniat meninggalkan proyek yang belum selesai itu. Namun memang sengaja proyek dihentikan sementara karena hujan intensitasnya masih tinggi.

“Kami telah melanjutkan pekerjaan sejak Jumat (3/3) lalu. Saat ini proyek tersebut masih dalam masa pemeliharaan,” kata pelaksana proyek Rinto Tyas Nugroho kemarin.

Sebelum terhenti proyek tersebut sebenarnya sudah hampir selesai. Namun dengan cuaca yang tidak mendukung, pengerjaan dihentikan sementara. Rinto Tyas Nugroho membenarkan saat itu di salah satu ruas jalan tengah diaspal.

Namun belum sempat kering hujan deras turun. Aspal tergerus dan material ikut hanyut. Setelah diperbaiki tiga kali ternyata hasilnya tidak maksimal, maka pihaknya memutuskan menghentikan sementara pekerjaan menunggu cuaca membaik.

“Jadi kami bukan lari meninggalkan garapan. Melainkan menunggu waktu yang pas,” kata Rinto Tyas Nugroho.

Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan pemukiman (DPUPKP) Kulonprogo Zahram Asurawan membenarkan CV Bintang Sembilan telah melanjutkan pekerjaan.

“Saya sudah cek lapangan dan rekanan telah memulai kembali pekerjaannya. Puluhan tenaga dikerahkan menggunakan beberapa molen,” kata Zahram.

Sebelumnya, pembangunan Jalan Sedan-Jekeling tersebut menjadi sorotan DPRD Kulonprogo. Proyek sepanjang 500 meter itu diduga ditinggalkan rekanan tanpa alasan. Padahal kondisi jalan rusak parah dan sulit dilalui warga. Anggaran yang digunakan sekitar Rp 400 juta.

“Warga mengeluh, selain tidak tuntas kondisi jalan kini juga sudah rusak parah. Tumpukan material pasir dan batu dibiarkan teronggok tanpa dirapikan di tepi jalan,” kata anggota DPRD Muh Ajrudin Akbar beberapa waktu lalu.

Ajrudin mengecek laporan tersebut ditemani anggota DPRD Kulonprogo Priyono Santoso, Camat Lendah Sumiran, Kades Sidorejo Sutrisno, perangkat desa dan perwakian warga Sidorejo. Kerusakan jalan itu menjadi topik dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lendah.

Priyono Santoso meminta dinas segera mencarikan solusi. Proyek jalan dengan dana yang tidak sedikit itu harus dilanjutkan, sebab jalan tersebut sangat vital untuk warga.

Zahram menyatakan proyek tersebut nilai kontraknya Rp 391.858.000. Berdasarkan kontrak kerja, pekerjaan diselesaikan 90 hari kalender sejak 19 Juli 2016. Proyek itu semestinya rampung Oktober 2016. (tom/iwa/mar)