RADARJOGJA.CO.ID – Kunjungan Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman ke Purworejo mendapat laporan rendahnya harga jual gabah petani. Dalam musim panen kali ini, harga gabah kering hanya mencapai Rp 3.200 hingga Rp 3.300 per kilogramnya.

“Kondisi ini harus segera diatasi, Bulog harus mau membeli gabah petani,” kata Amran saat berada di Desa Megulung Kidul, Kecamatan Pituruh, Purworejo.

Dia meminta Bulog setidaknya harus membeli harga gabah petani di Purworejo sebesar Rp 3.700 per kilogram atau lebih tinggi dari harga jual yang sedang berlaku. Harga tersebut disesuaikan dengan kadar air gabah di wilayah Pituruh sebesar 25 persen.

“Terhitung sejak Februari 2017, Kementerian Pertanian telah menetapkan patokan baru harga pembelian gabah Rp 3.700 untuk gabah di luar kualitas dengan kadar air 26-30 persen dan kadar hampa 11-15 persen,” tuturnya.

Amran menambahkan, serapan gabah (sergab) Kementan dan Bulog saat ini didukung penuh unsur TNI. Melalui Babinsanya, mereka telah mengupayakan penyerapan gabah. Dalam dua minggu terakhir ini, penyerapan gabah melonjak hingga 700 persen, dari rata-rata 2.000 ton per hari menjadi 14.000 ton.

Bupati Purworejo Agus Bastian mengaku mendukung kebijakan pemerintah yang akan membeli hasil panen dengan harga yang sudah ditentukan melalui Bulog. Karena menurutnya, setiap panen harga gabah yang turun selalu saja terjadi.

“Setiap panen raya selalu harga gabah jatuh. Petani ini kapan mau sejahtera kalau setiap panen raya harga gabah turun,” ujarnya. (udi/dem)