RADARJOGJA.CO.ID – Pasar Baledono akhirnya dibangun. Tumpeng dan pemecahan kendi menandai dimulainya pembangunan kembali pasar terbesar di Purworejo setelah terbakar habis tahun 2013 silam. Pembangunan menjadi salah satu program percepatan yang dilakukan pasangan Bupati Agus Bastian dan Wabup Yuli Hastuti dalam pemerintahannya.

Hadir dalam acara , pimpinan DPRD Purworejo beserta anggota, Forkompimpa, staf ahli dan sekda, pimpinan organisasi perangkat daerah, Muspika Kecamatan Purworejo, pimpinan perbankan serta notaris, tokoh agama, LSM, ketua LPMK, ketua Pappas, pedagang Pasar Baledono dan sejumlah tamu undangan.

“Kami bekerja ekstra keras dan cepat agar pasar ini segera dibangun. Setidaknya enam bulan kami rapat terus dan Pasar Baledono ini betul-betul clean and clear dapat kita laksanakan pembangunannya,” kata Bupati Agus Bastian dalam sambutannya.

Dikatakan, menyelesaikan permasalahan Pasar Baledono ternyata sangat kompleks dan sempat terkatung-katung selama tiga tahun pasca terbakar tahun 2013. Ia mengapresiasi berbagai pihak yang telah andil menyelesaikan permasalahan yang ada.

Bupati juga menyampaikan terima kasih kepada OPT terkait dan Paguyuban Pedagang Pasar (Pappas) Baledono yang dengan keteguhan hatinya bersabar untuk penyelesaian Pasar Baledono. Dia berharap pasar akan dibangun tepat waktu.

“Membangun Pasar ini butuh anggaran Rp 114.024.534.000. APBD Kabupaten Purworejo tidak cukup untuk membangun Pasar Baledono, sehingga pemkab meminta bantuan kepada dunia perbankan. Alhamdulillah Bank Jateng sudah bersedia untuk membantu, menambah kekurangannya. Tidak secara bertahap, tetapi langsung jadi,” tuturnya.

Bastian berkeyakinan PT Hutama Karya selaku pemenang pekerjaan akan bisa melaksanakan pembangunan Pasar Baledono tepat waktu. Hutama Karya adalah salah satu BUMN yang telah berpengalaman.

“Saya berkomitmen akan menjadikan Kota Purworejo menjadikan kota yang bersih, termasuk bersih dari carut marutnya pasar. Dan besok akan kami tata kembali,” tegas bupati.

Menurutnya, seluruh pedagang yang berada di pasar darurat bisa ditempatkan kembali di Pasar Baledono. Bagi pedagang yang tidak memiliki kesempatan menempati pasar ini, pemkab akan mengalokasikan pedagang itu ke pasar yang lain.

“Pasar Baledono selesai dibangun, seluruh jalan harus bersih dari pasar darurat,” tandas Bastian. (udi/dem)